Dompet Dhuafa bersama Kelompok Tani Darul Arqam menggelar panen perdana ikan Nila sekaligus pengembangan lahan budidaya Ikan Nila di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar). Foto: humas Dompet Dhuafa

Mendukung program Ketahanan Pangan berbasis desa atau masyarakat, termasuk di dalamnya para petani perikanan tambak, Dompet Dhuafa bersama Kelompok Tani Darul Arqam menggelar panen perdana ikan Nila, Minggu, (2/5/2021) sekaligus pengembangan lahan budidaya Ikan Nila di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

semarak.co-Seperti diketahui, pandemi COVID-19 yang telah melanda Indonesia lebih dari setahun, berdampak besar pada lesunya industri perikanan di beberapa wilayah. Kondisi itu menyebabkan berkurangnya serapan pasokan ikan dari nelayan dan pembudidaya kepada pembeli.

Direktur Dakwah Budaya dan Pengembangan Masyarakat Dompet Dhuafa Ahmad Shonhaji mengatakan, sehingga terjadilah penumpukan hasil produksi dan penurunan mutu ikan tidak tertangani dengan baik.

“Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi dengan pendekatan Dakwah, Budaya & Pelayanan Masyarakat bersinergi untuk membangun ketahanan pangan. Maka, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus survive,” ujar Shonhaji dalam rilis humas Dompet Dhuafa, Senin (3/5/2021).

Semoga, harap Shonhaji, dapat bertumbuh penerima manfaat yang dalam hal ini para petani. Bahwa dana zakat produktif yang diamanahkan oleh para donatur dapat tepat guna. Sehingga yang kita harapkan dari ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.

BACA JUGA :  OJK Sebut Regulasi Inovasi Keuangan Digital Bersifat Adaptif

Budidaya perikanan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan. Karena ikan yang memiliki sumber protein, makin digemari masyarakat semua kalangan,” ujar Shonhaji yang juga Ketua Satgas Gugus Tugas Covid-19 Dompet Dhuafa.

Ketua Kelompok Tani Darul Arqam Kusein mengatakan, pasokan supplies raw material berpotensi terhadap penurunan produksi di perdesaan pada masa pandemic Covid-19. Sehingga ketahanan pangan menjadi terganggu.

“Kami mengucapkan terima kasih pada para donatur Dompet Dhuafa yang sudah banyak mewujudkan impian kami menjadi wirausaha di bidang ternak ikan air tawar. Semoga donatur Dompet Dhuafa semakin sukses,” ucap Kusein.

Shonhaji menambahkan, budidaya ikan nila pada lahan tambak seluas 12×20 meter yang menghasilkan sekitar 4.000 kg Ikan Nila. Pengembangan lahan budidaya Ikan Nila, kata Shonhaji, akan berpotensi menghasilkan panen sekitar 2.000-3.000 kg setiap bulan per tambak.

“Maka agar percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak masuk ke jurang resesi akibat pertumbuhan ekonomi minus. Semoga apa yang disupport dana zakat produktif dari para donatur Dompet dhuafa Bukan berdampak pada aspek ekonomi dan sosial saja. Tapi dapat berdampak pada spiritual penerima manfaat,” imbuh Shonhaji.

BACA JUGA :  Pefindo Sebut Penerbitan Obligasi Akan Semarak di Semester II-2017

Dompet Dhuafa terus menstimulan daerah di Indonesia untuk inovasi dengan berbagai program rancangan. Mulai dari pembagian bantuan sosial hingga program bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan aplikasi program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC).

Dompet Dhuafa hadir bersama kelompok tani memberikan sarana dan prasarana penunjang, serta pendampingan akibat wabah covid 19 dengan tujuan pemberdayaan dan kemandirian keluarga. (smr)

LEAVE A REPLY