Stan Kementrans di ajang Inacraft 2026 berhasil menarik 3.724 pengunjung selama pameran berlangsung pada 4-8 Februari 2026 di JICC Senayan. Para pelaku UMKM yang memanfaatkan Stan Kementrans mencatatkan penjualan senilai Rp 154 juta.
Semarak.co – Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi (Dit. P3UT) Ditjen PEMT Widarjanto menyampaikan keberhasilan stan Kementrans tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari tingginya interaksi dan peluang jejaring yang terbangun.
“Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli. Ini bagian dari strategi memperkuat daya saing produk unggulan transmigrasi,” kata Widarjanto, dirilis humas melalui WAGroup ForWaTrans, Kamis (19/2/2026).
Stan Kementerian Transmigrasi menampilkan 5 produk unggulan dari kawasan transmigrasi yakni kain tenun ikat tradisional dari kawasan Transmigrasi Melolo Sumba Timur. Ecoprint dan sasirangan dari Cahaya Baru Barito Kuala. Kerajinan Aksesoris dari Mesuji. Anyaman purun dari Lamunti-Dadahup, Kapuas; serta batik dari Lunang Silaut, Pesisir Selatan.
Pelaku usaha tenun ikat dari Melolo, Yuswanti Atandau bersyukur bisa berpartisipasi pada Inacraft 2026. Dia mengaku bangga bisa menjual langsung hasil produk buatannya. “Saya berterima kasih bisa ke Jakarta dan ikut pameran dengan membawa tenun Sumba Timur,” ungkap Yuswanti.
Demi menarik perhatian pengunjung, stan Kementerian Transmigrasi hadir dengan konsep tematik dan interaktif yang memungkinkan pengunjung terlibat langsung dalam proses kreatif.
Aktivitas seperti belajar membatik, menganyam daun purun, mengenal bahan pewarna alami dari akar, batang, kulit, dan daun, hingga pembuatan aksesori dari tembaga dan batu alam, menjadi daya tarik pengunjung untuk datang.
“Kegiatannya sangat menyenangkan, sangat edukatif. Aku enggak pernah tahu kalau membatik itu ternyata sesulit itu, benar-benar harus hati-hati. Jadi ini bagus sekali dan kita jadi tahu kenapa harga batik itu mahal,” ungkap Adis, salah satu pengunjung stan Kementerian Transmigrasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali apalagi buat generasi muda untuk menyalurkan hobi atau menjadi inspirasi usaha. Dan sekarang kan batik juga tidak kaku seperti dulu, bisa diaplikasikan di topi, jaket dan banyak lagi yang lain,” kata pengunjung lainnya, Yunil Endrik.
Partisipasi dalam Inacraft 2026 juga merupakan implementasi Peraturan Menteri Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Transformasi Transmigrasi melalui penguatan program Trans Karya Nusa, khususnya dalam promosi dan pemasaran hasil industri olahan komoditas lokal.
Ke depan, Kementrans berkomitmen memperluas partisipasi pelaku usaha dalam berbagai pameran dan forum bisnis strategis guna memperkuat posisi produk unggulan kawasan transmigrasi di pasar nasional maupun global. (MAB/RRW/SMR)






