Manajemen New York Knicks dikabarkan tengah menyusun strategi jangka panjang untuk menjaga kekuatan skuad juara sekaligus mengendalikan beban finansial klub. Salah satu langkah yang dibahas, mendorong Karl-Anthony Towns bersedia menerima nilai kontrak di bawah angka maksimal saat perpanjangan nanti.
Semarak.co – Laporan jurnalis NBA Evan Sidery, dilansir LigaOlahraga.com (31/7/2026), Knicks berharap Towns mencontoh langkah Jalen Brunson yang rela dikontrak lebih rendah demi keluwesan anggaran. Kebijakan diyakini menjadi salah satu pondasi keberhasilan New York membangun tim juara musim lalu.
Saat ini Towns masih berhak menerima gaji sekitar 57,1 juta dolar AS pada musim 2026-2027. Ia juga memegang opsi pemain senilai 61 juta dolar AS untuk musim berikutnya, sedangkan nilai maksimal perpanjangan empat tahunnya diperkirakan mencapai 272 juta dolar AS.
Pemain berusia 30 tahun itu awalnya menandatangani kontrak supermax empat tahun senilai 224 juta dolar AS bersama Minnesota Timberwolves pada 2022. Ia kemudian bergabung dengan Knicks melalui pertukaran tiga tim pada Oktober 2024 dan langsung menjadi salah satu pilar utama tim.
Musim 2025–2026 menjadi periode bersejarah bagi Towns saat membantu Knicks mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara pertama sejak 1973. Kontribusinya di kedua sisi lapangan menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan tim menuju puncak.
Sepanjang musim reguler, Towns tampil dalam 75 pertandingan dengan rata-rata 20,1 poin, 11,9 rebound, dan 3,0 assist per laga. Ia mencatat akurasi 50,1% dari lapangan serta 36,8% dari tiga angka, membuktikan dirinya sebagai pemain besar modern yang serba bisa.
Performa Towns tetap kokoh saat memasuki babak playoff dengan rata-rata 15,9 poin, 10,6 rebound, dan 4,9 assist dalam 19 pertandingan. Persentase tembakannya mencapai 55,1%, termasuk akurasi 45,6% dari luar garis lengkung.
Meski begitu, memberikan kontrak maksimal akan semakin memberati struktur penggajian Knicks yang telah memiliki komitmen besar kepada Brunson, Anunoby, Bridges, Hart dan Towns sendiri. Total pengeluaran gaji diproyeksikan tetap berada jauh di atas batas salary cap NBA.
Kondisi ini berpotensi membuat Knicks terkena aturan pembatasan apron dalam perjanjian kerja bersama liga. Tim yang melanggar akan kehilangan keluwesan melakukan pertukaran, memanfaatkan pengecualian kontrak, hingga merekrut pemain baru.
Karena itu, kesediaan Towns menerima nilai lebih rendah dinilai sebagai solusi strategis yang sangat dibutuhkan. Langkah ini akan memberi ruang finansial lebih luas agar organisasi tetap mampu memertahankan inti skuad juara sekaligus bergerak leluasa di pasar pemain.
Presiden Knicks Leon Rose sebelumnya berkali-kali memuji keputusan Jalen Brunson yang lebih mengutamakan kepentingan tim daripada keuntungan pribadi. Pengorbanan Brunson disebut berperan besar memungkinkan tim merekrut dan menjaga pemain kunci hingga akhirnya juara.
Kini seluruh perhatian tertuju pada keputusan yang akan diambil Karl-Anthony Towns. Jika ia memilih mengikuti jejak Brunson, Knicks berpeluang tetap menjadi kekuatan utama sekaligus menjaga kestabilan finansial dalam jangka panjang. (net/loc/nba/es/kim/smr)





