Nabi Musa, a.s. tak Pernah Lakukan Pemberontakan terhadap Rezim Fir’aun

Raja Sneferu, Firaun pertama dari dinasti ke 4 Mesir membangun tiga piramida utama, termasuk piramid bengkok yang menjadi perintis, sekarang dibuka untuk umum sebagai tempat wisata. Foto: internet

Oleh anonym *)

Semarak.co – Kalau melihat isi al-Qur’an yang menceritakan hubungan antara nabi Musa, a.s. (yang dibantu saudaranya nabi Harun, a.s.) dan Fir’aun beserta para pejabatnya tidak ada diberitakan bahwa beliau berdua melakukan perlawanan apalagi pemberontakan (makar) terhadap kekuasaan rezim Fir’aun.

Bacaan Lainnya

Jadi salah besar kalau menuding keruntuhan rezim Fir’aun itu akibat pemberontakan nabi Musa, a.s. dan umatnya (Bani Israil) terhadap rezim kekuasaan Fir’aun saat itu (kecuali tidak mempercayai keterangan Allah SWT di dalam al Quran).

Runtuhnya rezim Fir’aun adalah karena kehendak Allah SWT semata dengan sebab diturunkannya berbagai azab terhadap mereka sebelumnya. Adalah hak preogratif dari Allah SWT untuk menaikkan dan menurunkan seorang Raja dari singgasananya.

Atau memuliakan dan menghinakan sang Raja dengan kekuasaan yang sebelumnya telah diamanahkan-Nya kepada sang Raja bersangkutan (coba lihat QS.3:26). Beliau hanya memberikan peringatan saja kepada Fir’aun agar mau bertuhankan Allah SWT semata.

Dan membebaskan etnis bangsanya (bangsa Yahudi) dari perbudakan oleh bangsa Mesir pada masa itu. Semua Nabiullah tugasnya yaa memang sebatas itu saja, memperingatkan.

Bahkan di dunia modern saat ini, karena sudah tidak ada nabiullah lagi (yang ada adalah pewaris para nabiullah itu), yaitu para Ulama yang lurus), tugasnya pun hanya memperingatkan sampai batas waktunya.

Bahkan dikisahkan bahwa di puncak keputus-asaan rezim Fir’aun yang pecah dari dalam Istananya sendiri akibat konflik internal sesama politisi/pejabat dan munculnya krisis ekonomi akibat berbagai bencana alam yang datang bertubi-tubi.

Termasuk pula wabah penyakit menular mematikan yang menyerang manusia dan hewan ternak mereka,  mereka tetap menyalahkan Musa, a.s. dan kaumnya. Ketika nabi Musa,a s. dan umatnya melakukan hijrah meninggalkan negeri Mesir.

Di al Quran disebutkan itu terjadi karena perintah Allah SWT sendiri kepada nabi Musa, a.s. Dan itu pun diminta Allah agar dilakukan dengan cara diam-diam di malam hari agar tidak menimbulkan kegaduhan di dalam negeri Mesir saat itu.

Dalam pemberitaan Al Quran jelas pula diberitakan bahwa tumbang dan hancurnya rezim Fir’aun yang ditenggelamkan oleh tsunami laut merah, yaitu setelah selama kurang lebih 40 tahun dilanda berbagai macam krisis akibat bencana alam.

Seperti gunung meletus dan kemarau panjang yang merusak hasil panen shg perekonomian mengalami krisis berat dan masih ditambah pula konflik internal di dalam struktur kekuasaan rezim Fir’aun saat itu, adalah disebabkan oleh azab yang diturunkan langsung dari Allah SWT kepada mereka.

Jadi bukan karena disebabkan perbuatan makar nabi Musa.a.s. dan umatnya. Meski beliau selalu disalahkan oleh rezim Fir’aun setiap ada masalah berat menimpa negeri Mesir saat itu. Penelitian sejarah modern kemudian membuktikan sebagian dari fenomena itu. Wallahu a’lam.

*) penulis belum ditemukan sampai berita ini ditayangkan. Jika kelak ada yang mengklaim tentuk redaksi melakukan koreksi

 

Sumber: WAGroup HMI-KAHMI MPO SEDUNIA (postJumat13/3/2026/iswannoor)

Pos terkait