Harapan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy duet Haedar Nashir-Abdul Mu’ti kembali memimpin Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2022-2027 terkabul.
semarak.co-Menyusul hasil Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah hari ini Minggu (20/11/2022). Haedar Nashir dan Abdul Mu’ti dipercaya dalam rapat 13 formatur dengan cara kolektif kolegial.
Diberitakan sebelumnya, Menko PMK Muhadjir menyampaikan harapannya itu usai pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/11/2022). Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan sambutan saat peresmian di Museum Muhammadiyah, Bantul, Yogyakarta, Senin (14/11/2022).
Museum Muhammadiyah yang terletak di kampus Universitas Ahmad Dahlan akhirnya diresmikan jelang Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Di dalam museum ini, pengunjung bisa melihat sejarah perjalanan Muhammadiyah yang penyajiannya dipadukan dengan teknologi canggih. Sehingga selain untuk rekreasi, bisa untuk sarana edukasi.
Muhadjir berharap kepemimpinan Muhammadiyah di bawah Haedar-Mu’ti berlanjut. Muhadjir mengakui kepemimpinan duet tersebut telah berhasil mempertahankan Muhammadiyah, namun juga mengembangkannya. Khususnya ketika sedang ada cobaan selama Covid-19.
“Kita harap begitu, kita melihat duet antara Kiai Haedar Nashir dengan prof Abdul Mu’ti ini sudah terbukti selama satu periode. Bukan hanya sekadar bisa mempertahankan Muhammadiyah dalam suasana Covid-19, tapi juga berkembang sangat pesat khususnya dalam rangka internasionalisasi Muhammadiyah,” kata Muhadjir dilansir msn.com dari republika.co.id, Sabtu kemarin (19/11/2022).
Menurut Muhadjir, sosok Haedar adalah seorang yang menjadi acuan di Muhammadiyah karena seperti ensiklopedia berjalan. “Dan Pak Haedar itu ensiklopedia hidup Muhammadiyah, menguasai mulai dari sejarah landasan filosofisnya dan renik-renik administrasi,” terangnya.
Sedangkan, sosok Prof Abdul Mu’ti dinilainya adalah pelaksana handal apabila suatu kebijakan telah diputuskan di Muhammadiyah. “Sedangkan Prof Abdul Mu’ti itu seorang eksekutor yang bisa diandalkan di Muhammadiyah,” tutur Muhadjir.
Ketika disinggung soal namanya sendiri masuk daftar calon anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan perolehan 141 suara, Muhadjir mengaku akan menyerahkan semuanya kepada para peserta muktamar.
Namun, ia menegaskan akan tetap mengambil peran dimanapun nantinya dirinya ditempatkan. “Dan Muhammadiyah itu bisa berperan dimana saja, seperti Pak Din ketua umum PP dulu, sekarang jadi ketua ranting, ya saya begitu mungkin kedepan bisa jadi ketua ranting,” tegasnya.
Berita teranyar, PP Muhammadiyah telah menyelesaikan Sidang Muktamar ke-48 di Solo, Jawa Tengah, Minggu malam (20/11/2022). Haedar Nashir kembali terpilih menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027.
“Diserahkan kepada pimpinan baru yang kami sebutkan tadi Prof Haedar. Sementara untuk Sekretaris Umum PP Muhammadiyah kembali dijabat oleh Prof Abdul Mu’ti,” kata panitia Muktamar PP Muhammadiyah A Dahlan Rais dalam siaran YouTube tvMU Channel, Minggu (20/11/2022) dilansir detik.com, Minggu, 20 Nov 2022 12:44 WIB.
Acara kemudian dilanjutkan serah terima jabatan dari pengurus PP Muhammadiyah periode 2017-2022 ke pimpinan periode 2022-2027. Dalam siaran langsung kanal YouTube tvMu, Minggu (20/11/2022), posisi pertama ditempati Haedar Nashir dengan 2.203 suara, sedangkan posisi kedua adalah Abdul Mu’ti 2.159 suara.
Sebelumnya Ketua Panitia Penerima Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Prof Sofyan Anif menjelaskan bahwa untuk menjadi Ketum PP Muhammadiyah tidak harus meraih suara terbanyak dalam muktamar. Sebab, penentuan formatur akan dilakukan secara musyawarah.
Adapun alurnya, ada 92 nama yang diusulkan sebagai calon anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam muktamar. Dari jumlah tersebut, pada Jumat (18/11/2022) sudah terpilih 39 orang. Di antaranya sebagai calon pengurus oleh anggota Tanwir.
Tiga orang menjadi peraih suara terbanyak Haedar Nashir, Abdul Mu’ti, dan Anwar Abbas. Kemudian, dari 39 calon itu akan dipilih kembali oleh sekitar 2.600-an peserta Muktamar. Hasilnya terpilih 13 orang peraih suara terbanyak ditetapkan sebagai formatur kepengurusan PP Muhammadiyah. Nantinya 13 orang terpilih inilah yang melakukan musyawarah untuk memilih ketua PP Muhammadiyah.
“Musyawarah. Tidak memilih ketua tapi di dalam demokrasi yang sudah berkembang di Muhammadiyah itu adalah memilih formatur. 13 itu yang akan menentukan siapa ketua umumnya, sekretaris umum, bendahara umum, hingga ketua-ketua bidang, juga wakil sekretaris dan wakil bendarahara. Artinya tidak harus suara terbanyak,” kata Sofyan. (net/dtc/rep/msn/smr)
Berikut daftar 13 formatur PP Muhammadiyah:
- Haedar Nashir 2.203
- Abdul Mu’ti 2.159
- Anwar Abbas 1.820
- M Busyro Muqoddas 1.778
- Hilman Latif 1.675
- Muhadjir Effendy 1.598
- Syamsul Anwar 1.494
- Agung Danarto 1.489
- M Saad Ibrahim 1.333
- Syafiq A Mughni 1.152
- Dadang Kahmad 1.119
- Ahmad Dahlan Rais 1.080
- Irwan Akib 1.001





