Menteri PPPA Bintang bersama Menko Muhadjir saat kunker ke Desa Pukdale NTT. Foto: humas Kementerian PPPA

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengunjungi Desa Pukdale yang awal April 2021 menjadi salah satu desa terdampak bencana siklon tropis seroja.

semarak.co-Tak sedikit perempuan dan anak di Desa Pukdale jadi korban. Desa Pukdale merupakan salah satu wilayah dengan titik terparah di Kabupaten Kupang yang terkena dampak badai siklon seroja.

Kunjungan Menteri PPPA bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ini untuk memberi dukungan baik secara material, moril, maupun sosial bagi para korban khususnya perempuan dan anak.

Menteri PPPA Bintang bersama Menko Muhadjir, dan didukung Kementerian/Lembaga lainnya seperti Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan berbagai paket bantuan bagi korban bencana.

Seperti makanan siap saji, makanan tambahan, dan santunan keluarga korban jiwa akibat bencana. Adapun bantuan yang Kementerian PPPA salurkan berupa paket hygine kits (kebersihan diri) yang diberikan UNFPA.

BACA JUGA :  MUI Bersama 8 Kementerian Besok Deklarasikan Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan

Kunjungan mereka ini, kata Menteri Bintang, untuk memberikan dukungan secara material maupun moril sekaligus melakukan pemenuhan kebutuhan paket hygine kits untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak yang bersifat spesifik dan yang tidak kalah penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dan perlindungan bagi perempuan dan anak korban bencana.

“Perempuan dan anak rawan menjadi kelompok rentan di lokasi bencana,” ungkap Menteri Bintang dalam Dialog Bersama Masyarakat dalam Rangka Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi NTT yang dilaksanakan di Kelurahan Lansiana, Senin (3/5/2021) seperti dirilis humas Kementerian PPPA, Selasa (4/5).

Menteri Bintang juga membagikan masker kepada anak-anak korban bencana, dilanjutkan dengan melakukan bincang hangat serta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama yang disambut antusias oleh mereka.

Menteri Bintang mengingatkan masyarakat di Desa Pukdale agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan meski dalam kondisi yang terbatas. “Saat ini kita masih dalam situasi pandemic Covid-19, sehingga saya minta agar kita semua bisa saling menjaga diri dan keluarga serta tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegas Menteri Bintang.

BACA JUGA :  Diikuti Sejumlah Kota dan Luar Negeri, Deklarasi KAMI Ajak Masyarakat Hadir di Tugu Proklamasi 18 Agustus 2020

Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang terjadi di beberapa wilayah NTT pada 4-5 April 2021 lalu. Menko Muhadjir menjelaskan perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang seringkali menjadi korban dalam suatu bencana alam.

Untuk itu, Kemenko PMK terus membangun koordinasi antarkementerian dan lembaga, baik yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK seperti Kemensos, BNPB, dan Kementerian PPPA, ataupun yang di luar koordinasinya, serta pemerintah daerah dalam menangani dan menyelesaikan dampak bencana alam agar bisa ditangani dengan baik.

“Kami mengajak Kemen PPPA dalam kunjungan ini, sebagai bentuk upaya pemenuhan kebutuhan bagi para korban bencana di NTT karena Ibu dan anak biasanya menjadi korban dalam suatu bencana,” ujarnya.

“Saya mohon agar kita semua dapat mengutamakan keberadaan nasib dari para ibu, perempuan, dan anak-anak. Saya harap Ibu Menteri PPPA dapat benar-benar menelisik persoalan apa saja yang perlu diselesaikan dan ditampung,” terang Menko Muhadjir.

Bupati Kabupaten Kupang, Korinus Masneno dalam laporannya mengungkapkan terdapat 15.710 kepala keluarga yang terdampak banjir, 46.704 masyarakat terdampak, 12 orang meninggal, 20 luka serius, dan 3 orang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

BACA JUGA :  Puncak Program Digital Creative Millennials, Telkomsel Hadirkan FFFest Dorong UKM Lokal tetap Produktif

Selain rumah penduduk, lokasi pertanian di wilayah tersebut juga hancur dan mengakibatkan gagalnya panen hasil bertani, selain itu kerusakan dalam hal perternakan, yaitu hanyutnya hewan-hewan ternak penduduk akibat tersapu banjir bandang.

“Berbagai upaya penanganan kebencanaan telah kami lakukan. Di antaranya melakukan relokasi pemukiman bagi para korban yang terdampak bencana, salah satunya di Desa Pukdale,” tutup Korinus. (smr)

LEAVE A REPLY