Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf memberi sambutan pada acara kunjungan kerja Menparekraf Sandi Uno ke Danau Toba Sumut

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota Komisi X DPR RI untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Samosir Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (26/3/2021).

semarak.co-Menparekraf Sandi Uno hadir bersama Rombongan Komisi X DPR RI yang diketuai Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf. Ikut bersama Hetifah Sjaifudian, Sofyan Tan, Obon Tabroni, Ratih Megasari, Ledia Hanifa, dan Dewi Coryati.

Mereka bertolak ke Pulau Samosir menggunakan kapal cepat melalui Parapat. Sebelum bersandar di Desa Tuk Tuk Samosir, Menparekraf bersama rombongan sempat meninjau beberapa destinasi di sekitar Danau Toba mulai dari Batu Gantung, Pesanggrahan Soekarno, serta melihat keindahan Air Terjun Situmurun.

Menparekraf Sandi Uno menjelaskan, kehadirannya ke Danau Toba menunjukkan keseriusan pengembangan kawasan yang menjadi salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas.

Namun tidak hanya pengembangan infrastruktur, kata Sandi Uno, melainkan pengembangan kapasitas SDM untuk menyambut wisatawan nusantara atau pun wisatawan mancanegara yang harus berjalan beriringan.

“Selama 3 bulan saya menjadi Menteri, sudah tiga kali saya datang ke Danau Toba, ini menjadi pembuktian bahwa pemerintah hadir untuk membangun sektor parekraf di Danua Toba, tidak hanya infrastruktur namun SDM juga kita kembangkan,” ungkap Sandi Uno dalam rilis humas Kemenparekraf2, Sabtu (27/3/2021).

Menparekraf yang akrab disapa Sandi Uno menambahkan, “Sehingga nantinya akan muncul harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, dan untuk kebangkitan dan pemulihan sektor parekraf di Danau Toba.”

Menparekraf juga mendorong agar masyarakat dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Danau Toba. “Keamanan dan kenyamanan wisatawan bisa menjadi bagian adaptasi kita di tengah pandemi. Kondisi pandemi saat ini membuat banyak masyarakat dan saudara kita yang prihatin,” ujarnya.

Toko-toko banyak yang tutup, terang dia, banyak para pekerja seni yang rindu order. Untuk itu kami berharap kita semua dapat segera bangkit dan pulih. “Saya juga ingin menegaskan bahwa pariwisata akan segera bangkit dengan protokol kesehatan yang tegas dan disiplin, untuk itu kita perlu kolaborasi bersama,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menambahkan, kedatangannya bersama rombongan bertujuan untuk belanja masalah dan melihat langsung kondisi destinasi wisata yang menjadi fokus pembangunan pemerintah yaitu Danau Toba.

“Belanja masalah dibutuhkan, karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai DSP. Ada alokasi anggaran yang cukup besar yang dianggarkan pemerintah di 5 DSP, untuk itu kami harus melihat dahulu sudah siapkah untuk menerima investasi yang begitu besar,” ujar Dede dari Fraksi Partai Demokrat.

Dari diskusi yang sudah dilaksanakan, kutip Dede, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kita mendorong sebagai DSP, seperti SDM, fasilitas yang mendukung kompetensi SDM itu sendiri, dan fasilitas lainnya. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan K/L lainnya untuk mendorong kawasan Danau Toba siap menjadi kawasan DSP.

Pada akhirnya, kata Dede, penting sekali peran kepala daerah untuk bertanggung jawab agar bisa menata dan mengelola sehingga dapat merealisasikan harapan-harapan dari para pelaku parekraf menjadi destinasi yang memiliki keunggulan.

“Negara sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk rebound pascapandemi. Kalau kita melihat negara lain, seperti Dubai hingga Thailand sudah membuka sektor pariwisatanya. Ini momentum yang sangat bagus, kita sepakat salah satu sektor yang didorong untuk rebound adalah pariwisata,” katanya. (smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here