Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau sejumlah destinasi wisata unggulan di Kota Semarang, Jawa Tengah, guna memastikan kesiapan sektor pariwisata di wilayah tersebut dalam menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Semarak.co – Menpar meninjau Kelenteng Sam Poo Kong, salah satu cagar budaya sekaligus destinasi wisata sejarah yang menjadi pusat perayaan Imlek di Semarang. Setiap tahun, kelenteng ini dipadati ribuan pengunjung untuk beribadah sekaligus menikmati suasana perayaan.
“Momentum Imlek bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan penggerak roda perekonomian masyarakat. Kita ingin memastikan destinasi siap menyambut wisatawan dengan pelayanan aman, nyaman, dan berkualitas,” kata Menpar Widiyanti, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Siaran Pers Kemenpar2, Rabu (11/2/2026).
Kelenteng Sam Poo Kong memiliki keterkaitan erat dengan pelayaran Laksamana Cheng Ho. Awalnya berupa gua batu yang digunakan sebagai tempat singgah ketika armada Cheng Ho berlabuh di Semarang, kawasan ini berkembang menjadi simbol akulturasi budaya yang kuat.
Laksamana Cheng Ho dikenal sebagai pelaut muslim yang turut menyebarkan nilai perdamaian dan perdagangan di Nusantara. Seiring waktu, kawasan tersebut bertransformasi menjadi kelenteng yang hingga kini menjadi tempat sembahyang dan penghormatan kepada Cheng Ho.
Menpar Widiyanti menyebut Sam Poo Kong sebagai simbol nyata harmoni budaya Indonesia. “Sam Poo Kong adalah simbol akulturasi budaya yang luar biasa. Perayaan Imlek tahun ini harus menjadi potret pariwisata Indonesia yang inklusif, tertata, dan membanggakan,” katanya.
Pembina Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setiakusuma, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan pesta budaya yang memadukan unsur budaya Jawa, Tionghoa, dan budaya nasional. Pesta budaya tersebut akan digelar pada 15 Februari 2026 dan dapat dinikmati gratis.
“Kami sudah mempersiapkan pesta budaya untuk warga Semarang dan wisatawan. Kami mengundang masyarakat untuk merayakan Imlek bersama di Sam Poo Kong,” kata Mulyadi.
Selain Sam Poo Kong, Menpar juga meninjau Lawang Sewu, destinasi wisata warisan budaya yang menjadi ikon Kota Semarang sekaligus lokomotif penguatan wisata sejarah dan edukasi. Bangunan bersejarah yang didirikan pada 1904 pada masa kolonial Belanda ini menjadi saksi perjalanan perkeretaapian nasional serta perjuangan bangsa Indonesia.
Menpar meninjau setiap sudut bangunan yang dikenal dengan sebutan “seribu pintu” tersebut, termasuk ruang immersive yang menghadirkan pengalaman digital modern melalui proyeksi visual futuristik tentang sejarah Kereta Api Indonesia.
“Lawang Sewu adalah ikon pariwisata yang sarat nilai sejarah. Melalui koridor immersive, pengunjung dapat mengenal sejarah Kereta Api Indonesia dan nilai perjuangan bangsa secara lebih hidup dan interaktif,” ucap Menpar Widiyanti.
Direktur Komersial KAI Wisata Hetty Herawati menjelaskan, pihaknya terus memastikan aspek keamanan, dan kenyamanan fasilitas guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama musim libur. Pada hari besar seperti Imlek, jumlah kunjungan meningkat signifikan, dari rata-rata 6 ribu pada hari biasa menjadi sekitar 10 ribu pengunjung.
Dalam rangka perayaan Imlek, Lawang Sewu juga menghadirkan berbagai atraksi, seperti pertunjukan barongsai dan pembagian angpau, yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperkuat daya tarik destinasi.
Hetty menambahkan, selain menghadirkan inovasi atraktif, pihaknya juga menyiapkan pemandu wisata yang siap menjelaskan sejarah dan keunikan Lawang Sewu secara komprehensif kepada pengunjung.
“Kami ingin setiap pengunjung tidak hanya datang berfoto, tetapi juga memahami nilai sejarah dan inspirasi yang terkandung di dalamnya. Harapannya, mereka pulang membawa pengalaman yang bermakna dan membagikannya kepada lebih banyak orang,” ucapnya. (hms/smr)





