Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memastikan destinasi pariwisata di Indonesia tetap aman bagi wisatawan di tengah dinamika global dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Semarak.co – Menpar menyatakan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama. Kemenpar terus melakukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia.
“Salah satu strategi yang dirumuskan adalah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara-negara dengan akses perjalanan yang stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Siaran Pers Kemenpar2, Kamis malam (12/3/2026).
Selain pergeseran target pasar, Kemenpar juga mengintensifkan promosi pariwisata melalui kampanye digital yang lebih masif, meningkatkan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event lintas negara, serta memperkuat minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri.
Terkait dengan penutupan ruang udara di Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, Pemerintah telah mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan para wisatawan dapat menunggu dengan aman hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.
Dalam laporan kinerja bulanan Kementerian Pariwisata periode Maret 2026, Menteri Pariwisata juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata nasional menunjukkan tren yang positif pada awal tahun.
Pada Januari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta kunjungan. Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India.
Data dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). “Negara-negara tersebut mencerminkan kombinasi pasar tradisional dan pasar strategis yang terus menjadi fokus pengembangan pariwisata Indonesia,” kata Menteri Pariwisata.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan, atau sedikit menurun sekitar 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor posisi Bulan Januari yang berada di antara periode libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang momentum libur besar berikutnya, seperti Imlek dan Lebaran.
“Namun demikian, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan kembali meningkat seiring momentum liburan serta banyaknya paket wisata. Pemerintah optimistis mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026 melalui berbagai program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi,” ucap Ni Luh Puspa. (hms/smr)





