Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengaku tidak tahu menahu soal persisnya impor pembelian 105.000 mobil pikap asal India. Pembelian mobil pabrikan luar negeri itu diketahui dilakukan perusahaan negara PT Agrinas Pangan Nusantara untuk keperluan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Semarak.co – Pengakuan Menkop Ferry disampaikan di sela acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Media di gedung Kementerian Koperasi (Kemenkop), kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu sore (11/3/2026).
“Kami tidak mengetahui secara persis karena itu soal Agrinas Pangan yang melaksanakan kegiatan dengan pihak produser dari India. Kementerian Koperasi telah menyerahkan pengerjaan pembangunan fisik gerai dan gudang Kopdes Merah Putih kepada PT Agrinas Pangan Nusantara,” tepisnya.
Selain hanya fisik, pekerjaan untuk memenuhi kelengkapan koperasi termasuk ketersediaan angkutan juga diserahkan kepada perusahaan pelat merah tersebut. “Ada yang bersifat khusus yang mengenai soal kelengkapannya, di situ juga termasuk di dalamnya adalah soal pengadaan kendaraan,” ujarnya.
Menkop Ferry mengaku Kementerian Koperasi mendapatkan informasi dan bisa memantau sendiri bagaimana pelaksanaan pembangunan gerai dan gudang koperasi. Jika memang anggota Komisi VI mendapatkan temuan atau indikasi penyimpangan dalam proses pengadaan tersebut, pihaknya siap menerima berbagai masukan.
Kemenkop tetap memiliki tanggung jawab meskipun telah menyerahkan pekerjaan pembangunan gerai kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. “Kami yang melaksanakan pemberian pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan, tentu kami ikut punya tanggung jawab di sini untuk memastikan bahwa pembangunan fisik gudang gerai dan kelengkapannya,” tutur Ferry.
Di bagian lain sebelum acara buka puasa bersama media KemenKop menggelar kegiatan bazaar bertajuk Harmoni Ramadan Bersama Koperasi sebagai upaya memberikan akses pasar kepada koperasi dan pelaku usaha binaan di lingkungan seluruh gedung Kemenkop mulai halaman, teras hingga lobi gedung.
Kegiatan ini diharapkan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan bazaar Ramadan merupakan hasil sinergi antara Kementerian Koperasi dan Dharma Wanita Persatuan Kemenkop.
Menurutnya, bazaar ini menjadi langkah awal untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk hasil binaan koperasi dari berbagai daerah di Indonesia. Bazaar Ramadan ini adalah inisiasi dari DWP Kementerian Koperasi dengan menampilkan produk-produk hasil binaan koperasi di seluruh Indonesia.
“Tapi ini masih awalan, karena tahun depan saya berharap kegiatan ini bisa lebih besar dan lebih masif lagi,” ujar Menkop Ferry dirilis humas usai acara melalui pesan elektronik redaksi semarak.co, Rabu malam (11/3/2026).
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara luas di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku usaha koperasi yang mendapatkan akses pasar. “Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi tradisi yang terus kita selenggarakan ke depan,” tambahnya.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkop Sita Komaladewi Juliantono menjelaskan, bazaar Ramadan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan DWP dalam mendukung pemberdayaan koperasi dan pelaku usaha.
Kegiatan bazaar digelar selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai koperasi serta pelaku usaha, baik yang telah tergabung dalam koperasi maupun yang belum. “Tiga hari dilaksanakan sampai hari Jumat 13 Maret. Semua yang ikut adalah pelaku usaha binaan koperasi, termasuk pelaku usaha yang belum masuk koperasi,” jelas Sita.
Ia menegaskan kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan daya saing koperasi serta memperluas jaringan pemasaran produk lokal. “Ini dalam rangka menyediakan akses pasar bagi koperasi sehingga meningkatkan daya saing mereka,” tuturnya.
Diharapkan koperasi semakin berkembang, tumbuh, dan menunjukkan kualitas serta daya saingnya. Dalam bazaar tersebut, para pelaku usaha menampilkan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Mulai dari aneka makanan hingga produk kebutuhan lainnya. Melalui kegiatan ini, diterangkan Kementerian Koperasi berharap eksistensi koperasi di Indonesia semakin kuat dan produk-produk lokal semakin dikenal masyarakat luas.
Di bagian lain Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan alasan mengimpor mobil pickup India. Alasan pertama, karena produksi lokal selama ini kan 70 ribuan, sehingga kalau kita ambil semua di lokal nanti itu kan mengganggu industri logistik yang lain-lainnya.
“Sehingga untuk menjaga harmonisasi kita buka ruang untuk memberikan pilihan kepada masyarakat agar punya alternatif-alternatif, sehingga kita bisa mendapatkan kendaraan dengan harga yang fair,” ujar Joao menjawab pertanyaan detikcom, di Jakarta, Jumat (20/2/2025).
Kedua, mobil pickup yang diimpor memiliki spesifikasi yang kompetitif dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Ia mengklaim harga unit yang didatangkan sekitar setengah dari harga kompetitor di pasar saat ini.
Ketiga, karena konsumen cenderung tidak memiliki banyak pilihan sehingga harga kendaraan dari merek-merek tertentu belum tentu sepadan dengan nilai yang didapatkannya. “Ke depannya orang beli mobil itu ada fair price,” ujar Joao seperti dilansir detik.com.
“Money value itu menjadi sesuai dengan apa yang kita spend gitu, karena mobil yang saya masukin ini saya kan punya merek-merek yang lain ini nggak sebanding sama sekali. Sedangkan harganya setengah harga daripada harga kompetitornya gitu,” demikian Joao menambahkan. (dtc/net/smr)





