Menilik Kemitraan Strategis Indonesia-Azerbaijan dalam Human-Centered Public Services

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan, Indonesia dan Azerbaijan telah membangun kemitraan strategis terutama dalam bidang pelayanan publik sejak 2017.

Semarak.co – Dia mengatakan, dalam pelayanan publik, Indonesia dan Azerbaijan dipersatukan oleh keyakinan bersama,  yaitu transparansi, efisiensi, dan kualitas bukan hanya sebagai tolok ukur teknis, melainkan sebagai fondasi kepercayaan publik,.

Bacaan Lainnya

“Kemitraan ini lebih dari sekadar perjanjian formal. Ini kolaborasi yang hidup, dan bersama memastikan reformasi pelayanan publik tidak pernah statis, tetapi tetap dinamis, relevan, dan responsif, ” kata Rini, saat membuka Simposium Kerja Sama Pelayanan Publik Indonesia -Azerbaijan, dirilis humas melalui WAGroup JURNALIS PANRB, sabtu (20/12/2025).

Untuk memastikan layanan publik tetap human-centered, Indonesia mendasarkan reformasinya pada tingkat sistemik. Tata kelola, manajemen pelayanan publik, dan transformasi digital tidak dipandang sebagai silo yang terpisah. “Sebaliknya, kita telah menyelaraskannya di bawah satu strategi pemerintah secara menyeluruh,” ujarnya.

Rini menegaskan, reformasi bukanlah garis finish namun perjalanan adaptasi yang berkelanjutan. “Inilah mengapa kemitraan kita dengan Azerbaijan sangat penting. Hal ini memberi kita cermin untuk merefleksikan diri, tolok ukur untuk dicapai, dan mitra untuk tumbuh bersama seiring berkembangnya tantangan global,” jelas Rini.

Rini menyampaikan, dalam pelayanan publik, Indonesia secara fundamental mengubah perspektifnya. Beralih dari fokus pada institusi menuju fokus pada citizen’s life journey atau perjalanan hidup warga negara dengan mendampingi mereka mulai dari kelahiran, pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, hingga usia lanjut.

Dalam upaya peningkatan pelayanan publik, Indonesia saat ini memiliki 305 Mal Pelayanan Publik yang beroperasi di seluruh kepulauan Indonesia. MPP menjadi salah satu pengalaman omni-channel untuk membuat layanan lebih cepat dan mudah, serta mengubah hambatan birokrasi menjadi momen kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Rini menambahkan, terdapat empat dalam peningkatan pelayanan publik. Keempat pilar tersebut yaitu melibatkan warga negara melalui manajemen pengaduan yang lebih baik, memperkuat integrasi layanan dan jaminan mutu di pusat layanan publik, meningkatkan kualitas melalui manajemen inovatif, dan memanfaatkan kekuatan AI dan data.

“Ke depan, nilai sebenarnya dari kemitraan Indonesia-Azerbaijan terletak pada apa yang kita lakukan ketika kita kembali ke rumah. Pelajaran yang telah kita bagikan hari ini tentang partisipasi yang bermakna, inovasi, dan penyampaian yang berpusat pada warga bukan hanya teori,” pungkasnya. (hms/smr)

Pos terkait