Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, memuji International Java Jazz Festival 2026 sebagai ruang kolaborasi apik para pelaku ekonomi kreatif. Dia menilai Java Jazz Festival sebagai paket lengkap penyelenggaraan musik yang terus berkembang.
Semarak.co – Menekraf menyaksikan langsung penampilan musisi Indonesia dan meninjau sejumlah booth kuliner yang ramai dikunjungi pengunjung saat menghadiri International Java Jazz Festival 2026 di Nice PIK 2, Tangerang.
“Java Jazz menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi banyak pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui karya serta produk yang mereka hadirkan,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Minggu (31/5/2026).
International Java Jazz Festival telah menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2005. Selama lebih dari dua dekade, festival ini konsisten menghadirkan musisi dari dalam dan luar negeri serta menjadi bagian penting dalam perkembangan industri musik nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai festival dan pertunjukan berskala internasional. Kondisi tersebut mencerminkan berkembangnya kapasitas industri kreatif nasional, mulai dari penyelenggara acara, tenaga kreatif, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam rantai penyelenggaraan kegiatan.
“Ketika ribuan orang hadir, yang bergerak bukan hanya industri musik. Ada perputaran ekonomi yang dirasakan oleh banyak sektor sekaligus, mulai dari kuliner, transportasi, akomodasi, hingga jasa kreatif. Karena itu, festival seperti Java Jazz memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” tambahnya.
International Java Jazz Festival 2026 berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Nice PIK 2, Tangerang. Antusiasme pengunjung yang memadati area festival menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pertunjukan musik sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri musik nasional. (hms/smr)





