Menteri Ekraf (Menekraf) Teuku Riefky Harsya berharap talenta muda kreatif bisa lebih eksploratif dan adaptif dalam industri periklanan. Melalui Advertising Week Festival (AWF) 2026, Teuku Riefky ingin creative leader lahir dan bersaing hingga event internasional.
Semarak.co – Menekraf menyatakan, Advertising Week Festival 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi creative leader yang tidak hanya relevan di tingkat lokal tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
“Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Universitas Indonesia yang menghadirkan AWF ini sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda kreatif,” ujar Teuku Riefky, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Senin malam (25/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, yang diolah Kemenekraf, subsektor periklanan masuk dalam lima besar dari 17 subsektor ekonomi kreatif dengan capaian nilai ekonomi kreatif pada tahun 2025. Nilai investasi subsektor ini tercatat Rp 6,6 triliun atau meningkat sebesar 31% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jadi di 2025 lalu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang dicatat oleh Kementerian Investasi itu yang pertama aplikasi, fesyen, kriya, kuliner, dan periklanan. Ini menunjukkan industri periklanan tidak ‘sunset’ (senjakala) tetapi beradaptasi dengan teknologi digital,” kata Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Cecep Rukendi.
AWF 2026 yang berlangsung pada 21 & 24 Mei di Makara Art Center UI merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya oleh Program Studi Periklanan Kreatif Vokasi Universitas Indonesia (UI).
Tidak hanya menjadi festival kreatif tahunan, AWF juga merupakan bagian dari implementasi kurikulum Program Studi Periklanan Kreatif Vokasi UI yang dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri.
Dukungan Kemenekraf terhadap AWF 2026 menjadi komitmen pemerintah memperkuat ekosistem industri periklanan nasional melalui pengembangan talenta, kolaborasi lintas sektor, serta adaptasi terhadap transformasi digital. Pemerintah berharap subsektor periklanan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.
Kepala Departemen Sosial Humaniora Terapan Vokasi UI, Budiman Mahmud Musthofa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi proyek pembelajaran mahasiswa yang dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Di sisi lain, pembelajaran ini sengaja diarahkan agar relevan dengan kebutuhan industri.
“Ini menjadi tugas proyek mahasiswa setiap tahun sehingga program ini bisa berjalan secara berkesinambungan. Harapannya tentu program ini bisa berkembang terus menjadi lebih baik setiap tahunnya,” kata Budiman. (hms/smr)





