Menag Fachrul Razi. foto: humas Kemenag

Masjid Istiqlal tidak akan menggelar Shalat Idul Adha 1441H tingkat kenegaraan. Pasalnya perkembangan pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 hingga saat ini belum memungkinkan Masjid Istiqlal menggelar Shalat Idul Adha tingkat kenegaraan.

semarak.co– Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, sebagai Masjid Negara, Shalat Idul Adha di Istiqlal selama ini diikuti puluhan ribu peserta. Hal tersebut akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi.

Untuk proses pengecekan suhu saja misalnya, terang Menag Fachrul Razi, dengan jumlah puluhan ribu jemaah, tentu membutuhkan waktu. Sidang Isbat yang digelar Kemenag 21 Juli 2020 menetapkan bahwa 1 Zulhijjah 1441H bertepatan 22 Juli 2020. Sehubungan itu, Shalat Idul Adha akan digelar pada 31 Juli 2020.

“Mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441H,” tegas Menag di Jakarta, Senin (27/7/2020) seperti dirilis Humas Kementerian Agama (Kemenag) melalui WA Group Jurnalis Kemenag.

Prosesnya juga tidak mudah, nilai Menag, karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan. Sehingga potensi kerumuman sangat tinggi.

“Renovasi Masjid Istiqlal memang sudah hampir selesai, namun situasi pandemi Covid-19 belum berakhir. Kami berharap kondisi segera membaik sehingga masyarakat bisa beribadah di rumah ibadah dengan nyaman,” paparnya.

Sidang Isbat yang digelar Kemenag 21 Juli 2020 menetapkan bahwa 1 Zulhijjah 1441H bertepatan 22 Juli 2020. Sehubungan itu, Shalat Idul Adha akan digelar pada 31 Juli 2020. (smr)

LEAVE A REPLY