Menteri Agama Fachrul Razi memberi keterangan pers terkait Idul Adha usai rapat bersama Kementerian dan PMK, Kemenkes. foto: Humas Kemenag

Masjid Istiqlal Jakarta tidak akan menggelar Shalat Idul Adha. Keputusan ini oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang membawahi Masjid Istiqlal diambil setelah mencermati perkembangan pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta masih relatif tinggi.

semarak.co– Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, keputusan ini diambil karena alasan kesehatan. Sebagai Masjid Negara, Shalat Idul Adha di Istiqlal selama ini diikuti puluhan ribu peserta. Hal tersebut akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Istiqlal tidak menggelar Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441H atau 31 Juli 2020 nanti,” tegas Menag usai rapat bersama Menko PMK, Menteri Kesehatan, BNPB, dan Imam Besar Masjid Istiqlal membahas persiapan Idul Adha 1441H di masa pandemi Covid-19 di Kemenag Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2020) seperti dilansir Humas Kemenag pada WA Group Jurnalis Kemenag.

“Jika jemaah harus tes suhu misalnya, tentu akan butuh waktu lama jika harus dilakukan pada puluhan ribu jemaah. Prosesnya juga tidak mudah karena akses keluar masuk juga harus dibatasi seiring penerapan protokol kesehatan,” lanjutnya.

Menag menambahkan, proses renovasi di Istiqlal masih terus berlangsung. Saat ini sudah memasuki tahap finalisasi. Menag berharap situasi pandemi segera berakhir sehingga masyarakat bisa beribadah di rumah ibadah dengan nyaman. Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Zulhijjah 1441H pada 21 Juli 2020. (smr)

LEAVE A REPLY