LPDB Koperasi Umumkan 15 Lembaga Inkubator Terpilih pada Program Inkubasi LPDB Koperasi 2026

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengumumkan 15 lembaga inkubator terpilih dalam Program Inkubasi LPDB Koperasi 2026.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengumumkan 15 lembaga inkubator terpilih dalam Program Inkubasi LPDB Koperasi 2026. Program ini merupakan langkah strategis memperkuat ekosistem koperasi nasional melalui pendampingan intensif, khususnya untuk pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Semarak.co – Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menegaskan, program inkubasi ini merupakan bagian penting dari transformasi pendekatan pembiayaan koperasi yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran dana, tetapi juga penguatan kapasitas usaha.

Bacaan Lainnya

“Program inkubasi ini menjadi bukti komitmen LPDB Koperasi dalam membangun koperasi yang tidak hanya bankable, tetapi juga sustain dan scalable,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media LPDB Koperasi, Jumat (10/4/2026).

Krisdianto menekankan bahwa keberadaan inkubator ini akan mempercepat terciptanya ekosistem koperasi modern yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus mendukung agenda besar pemerintah dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman menjelaskan bahwa proses seleksi inkubator dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kapasitas kelembagaan, pengalaman pendampingan, serta kesiapan dalam mendukung sektor prioritas.

“Kami memastikan inkubator terpilih memiliki kompetensi dan rekam jejak kuat dalam melakukan pembinaan usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan model pendampingan koperasi yang terstruktur, terukur, dan berdampak nyata di lapangan,” kata Deva Rachman.

Program inkubasi LPDB Koperasi 2026 difokuskan pada berbagai sektor strategis, antara lain sektor pangan, energi, pertanian, kelautan, hingga pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Pendampingan yang diberikan meliputi penguatan manajemen usaha, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar.

Melalui program ini, LPDB Koperasi optimistis dapat menciptakan koperasi-koperasi unggulan yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus mendukung program prioritas nasional.

15 Lembaga Inkubator Terpilih

Adapun sebanyak 15 lembaga inkubator terpilih berasal dari berbagai wilayah, mulai timur Indonesia, terdapat Pusat Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua di Papua, serta Gampiri Interaksi Lestari di Sulawesi Tengah dan Inkubator Baji Tallasa di Sulawesi Selatan.

Dari Kalimantan, terpilih PPIIBT Universitas Tanjungpura di Kalimantan Barat dan Wetland Box di Kalimantan Selatan. Di wilayah barat Indonesia. Adapun dari Bali, Inkubator Bisnis Universitas Hindu Indonesia juga menjadi bagian dari program ini.

Partisipasi inkubator juga cukup dominan, di antaranya Link Productive dari Banten, serta sejumlah inkubator dari Jawa Barat seperti Cubic Inkubator Bisnis, Garut Techno Park, BIG UNPAD, dan Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan IKOPIN.

Dari Jawa Tengah, terdapat Inkubator Unit Bisnis LPPM Universitas Negeri Semarang, sementara DI Yogyakarta diwakili oleh Inkubator Amikom Business Park. Dari Jawa Timur terdapat Inkubator Bisnis Cah Angon dan LINK KITA yang turut memperkuat ekosistem inkubasi.

“Keberagaman asal daerah ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pendampingan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, sehingga koperasi yang didampingi dapat tumbuh lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” tandas Krisdianto. (hms/smr)

Pos terkait