Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pengembangan kawasan pariwisata Kepulauan Banda dengan memperpanjang landasan pacu (runway) Bandar Udara Bandanaira hingga mencapai 2,2 km, untuk meningkatkan kunjungan wisata dan siaga potensi bencana gunung api Banda.
Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, rencana ini merupakan tindak lanjut permohonan pemda yang ingin peningkatan kapasitas bandara. Saat ini, panjang runway hanya 900 meter dengan lebar 30 meter, dinilai belum memadai untuk melayani pesawat berukuran besar.
“Jadi kita akan bikin 2,1 sampai 2,2 Km bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang runway menjadi 2,2 km,” kata Dody saat meninjau Bandara Bandanaira di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Minggu malam (12/7/2026).
Dengan perpanjangan runway tersebut, bandara ini nantinya dapat didarati pesawat dengan kapasitas lebih besar. Hal ini akan membuka akses wisatawan secara lebih luas ke Pulau Banda, yang dikenal sebagai destinasi bersejarah dan bahari unggulan Indonesia.
Di sisi lain, peningkatan infrastruktur ini juga menjadi langkah strategis dalam mitigasi bencana. Letak Pulau Banda yang berada di kawasan cincin api menjadikannya rentan terhadap aktivitas vulkanik. Dengan runway yang lebih panjang, proses evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat.
“Ini kan masih daerah rawan bencana dekat gunung berapi yang bisa meletus setiap saat. Sementara runway saat ini tidak sampai 1 kilometer, sehingga tidak masuk pesawat Hercules,” ujar Menteri Dody.
Pemerintah berharap, kombinasi antara peningkatan aksesibilitas dan kesiapsiagaan bencana di Pulau Banda ini mampu mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyambut baik komitmen Pemerintah Pusat. Pengembangan Bandara Bandaneira adalah langkah fundamental untuk membawa Kepulauan Banda menjadi destinasi wisata unggulan berkelas dunia.
“Ini adalah langkah penting bagi kami. Dengan akses yang lebih terbuka, kami optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Zulkarnain.
Lewat IJD, Kementerian PU Akan Bangun 12,65 Km Jalan di Banda Neira
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan peningkatan infrastruktur jalan di Banda Neira, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, sepanjang 12,65 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan program IJD dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Melalui kebijakan ini, pemerintah pusat memberikan dukungan percepatan penanganan jalan daerah yang diusulkan oleh pemerintah daerah, khususnya pada ruas-ruas strategis yang terkendala keterbatasan anggaran.
“Program Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kemantapan dan konektivitas jalan daerah, sehingga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, membuka akses, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Dody.
Peningkatan jalan di kawasan Banda Neira ini diperlukan selain untuk mendukung kelancaran distribusi hasil perkebunan seperti komoditas pala sebesar 646 ton per tahun dan perikanan sebanyak 16.127 ton per tahun, juga meningkatkan akses ke kawasan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penataan jalan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi eksisting yang relatif sempit, yakni hanya sekitar 3 hingga 3,5 meter, sehingga saat ini hanya dapat dilalui kendaraan kecil. Ke depan, jalan akan diperkuat menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi trotoar yang dibangun di atas drainase yang sudah ada.
Menariknya, konsep transportasi ramah lingkungan juga akan diterapkan. Pemerintah mendorong penggunaan bajaj listrik sebagai alternatif kendaraan konvensional, mengingat dimensinya yang kecil dan sesuai dengan karakter jalan di Banda Neira. Selain itu, sepeda juga dipromosikan sebagai moda transportasi berkelanjutan.
Penataan kawasan juga mengedepankan kenyamanan pejalan kaki. Di beberapa titik, seperti kawasan sekitar Benteng Belgica, akan dibangun jalur pedestrian selebar 1,2 hingga 1,5 meter di salah satu sisi jalan. Sementara sisi lainnya difungsikan sebagai ruang milik jalan yang tetap fleksibel untuk akses kendaraan.
Dengan peningkatan infrastruktur jalan ini, diharapkan dapat mendukung Kawasan Banda sebagai Kawasan strategis pariwisata nasional serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat maupun wisatawan terhadap fasilitas-fasilitas pelayanan dan objek wisata banda. (hms/smr)





