Panas. Jet-jet tempur milik Amerika Serikat (AS) dan China dilaporkan berhadapan dan terlibat dalam ketegangan singkat di atas perairan dekat Semenanjung Korea pada awal pekan ini. Laut kuning pun panas membara.
Semarak.co – Insiden dipicu oleh operasi Angkatan Udara AS yang kemudian direspons China dengan mengerahkan jet tempurnya. Ketegangan bermula Rabu malam saat sejumlah jet tempur F-16 milik Pasukan AS di Korea (USFK) lepas landas dari Pangkalan Udara Osan di Pyeongtaek, sebelah selatan Seoul.
Pesawat-pesawat tersebut terbang melintasi perairan internasional di Laut Kuning, seperti dilansir Kompas.com dari Anadolu Agency 20 Februari 2026. Laut Kuning merupakan wilayah yang sangat sensitif secara strategis karena berbatasan langsung dengan China dan Semenanjung Korea.
Jet-jet F-16 AS beroperasi di ruang udara yang terletak di antara Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Korea Selatan dan China. Menanggapi kehadiran pesawat AS, militer China segera mengirimkan jet tempur untuk melakukan pemantauan ketat.
Meski sempat terjadi pertemuan jarak dekat, dilaporkan tidak ada tembakan yang dilepaskan dan situasi berakhir tanpa adanya bentrokan fisik. Sejumlah sumber militer menyatakan, pihak USFK sebenarnya telah memberikan informasi kepada militer Korea Selatan.
Informasi kepada militer Korea Selatan tersebut sebelum aktivitas penerbangan dilakukan oleh mereka. Namun, pihak militer Paman Sam tidak mengungkapkan detail operasional, termasuk tujuan dari digelarnya misi tersebut.
Hingga saat ini, baik pihak militer Korea Selatan maupun pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan menegaskan, koordinasi keamanan antara kedua negara tetap berjalan dengan baik.
“USFK, bersama dengan militer kami, memertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat,” ujar pejabat tersebut. Dia juga menambahkan bahwa pihak Seoul tidak dapat mengonfirmasi rincian operasional yang melibatkan aset militer AS.
Untuk diketahui, saat ini terdapat lebih dari 28.500 tentara AS yang ditempatkan di Semenanjung Korea. Keberadaan pasukan ini merupakan bagian dari perjanjian pertahanan timbal balik yang telah disepakati oleh Washington dan Seoul. (net/kpc/aa/kim/smr)






