Larang Konsep One Man Show, Mendes Yandri Ingin Realisasi Program SEHATI Berbasis Kolaborasi

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan dari desa hingga level nasional. Dia melarang salah satu pihak menjadi aktor tunggal tanpa melibatkan kontribusi rakyat, pemerintah di semua tingkat, swasta, dan lain sebagainya.

Semarak.co – Salah satunya dalam menyukseskan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang merupakan kerja sama Kemendes PDT dengan Bank Dunia. Beberapa pihak digandeng langsung baik di tingkat kementerian dan lembaga seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bacaan Lainnya

“Saya minta betul bapak ibu tidak one man show karena di Program SEHATI ada desa wisata jangan sampai ada salah satu pihak yang nggak setuju. Desa itu miniatur pepublik ini jadi penting kolaborasi,” paparnya saat Sosialisasi Kebijakan Ketahanan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Desa , dirilis humas melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Selasa (30/6/2026).

Kolaborasi dengan BRIN tertuang dalam Nota Kesepahaman tentang Sinergitas Riset dan Inovasi serta Pemanfaatannya dalam Mendukung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal yang ditandatangani kedua belah pihak.

Ruang lingkupnya meliputi pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal, penguatan kelembagaan BUMDes dengan pelibatan aktif pemuda, rekognisi atas program yang dijalankan secara kolaboratif, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani ini semakin memperkuat komitmen BRIN dalam kolaborasi dengan Kemendes PDT untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di desa melalui modernisasi dan inovasi dalam memanfaatkan potensi yang ada.

Para peneliti hadir langsung ke desa juga diharapkan dapat memastikan regenerasi petani dan penduduk desa terus berjalan sehingga desa tidak akan terkubur menjadi cerita rakyat belaka.

“BRIN siap memberi dukungan, siap mendukung tugas-tugas penting untuk membantu Pak Menteri. Peneliti BRIN akan banyak ke desa untuk bisa memberikan diseminasi teknologi yang semakin lama semakin baik,” tegas Kepala BRIN Arif Satria.

Hal ini juga menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan ekonomi desa selain melalui penguatan infrastruktur agar konektivitas semakin baik dan hasil produksi semakin mudah dipasarkan. Penerapan teknologi dan digitalisasi juga terus digencarkan sehingga petani dan penduduk desa bisa meningkatkan produktivitas yang bernilai tambah.

Tentu saja langkah ini melibatkan pemuda dengan kembali ke desa sebagaimana pesan Mendes Yandri melalui konsep octahelix karena sumber ekonomi di desa sangat besar sehingga harus dimaksimalkan pemanfaatannya. (hms/smr)

Pos terkait