Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) memerkirakan sebanyak 33 juta orang di Sudan membutuhkan bantuan pangan dan dukungan kemanusiaan lainnya di tengah krisis yang terus memburuk.
Semarak.co – Diwartakan Antara dan dilansir metrotvnews.com pada Senin, 22 Desember 2025, WFP telah mengumumkan rencana pengurangan jatah bantuan pangan bagi warga Sudan yang menghadapi risiko kelaparan, menyusul keterbatasan pendanaan.
Pengurangan bantuan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Januari 2026. Sementara itu, Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan sekitar 14 juta anak usia sekolah di Sudan saat ini tidak mengenyam pendidikan.
Dalam laporan terbarunya, UNICEF menyebut krisis pendidikan di negara tersebut masih berada pada tingkat yang sangat serius. Dari total sekitar 17 juta anak usia sekolah di Sudan, diperkirakan 14 juta tidak mengikuti kegiatan belajar.
Jumlah sebanyak itu terutama di wilayah Darfur dan Kordofan yang terdampak konflik dan instabilitas berkepanjangan. UNICEF juga menegaskan bahwa sekitar 62 persen dari rencana tanggapan kemanusiaannya senilai 1 miliar dolar AS—setara sekitar Rp16,7 triliun—hingga kini masih belum memperoleh pendanaan.
Dana sejumlah tersebut dibutuhkan untuk mendukung program perlindungan bagi kalangan usia anak-anak, kemudian di sektor pendidikan, kesehatan, gizi, air bersih, sanitasi, serta bantuan tunai bagi masyarakat terdampak.
Organisasi itu menargetkan pemberian bantuan kepada 13,1 juta orang, termasuk 8,7 juta anak. Laporan UNICEF mencatat, Sudan saat ini menghadapi kombinasi krisis berupa wabah penyakit, kerawanan pangan, serta banjir yang meluas, yang kian memperparah kondisi kemanusiaan di negara itu. (net/mtc/ant/kim/smr)





