Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa, Mendes Yandri Gandeng PP Muhammadiyah dan PBNU

Selain Muhammadiyah, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto juga menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan pihaknya kolaborasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk penguatan ekonomi dan penguatan dakwah di desa.

Semarak.co – Menurutnya, kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah yang memiliki basis hingga ke desa-desa, diharapkan memberikan manfaat bagi desa di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Selain persoalan ekonomi, persoalan serius lainnya yang harus segera ditangani di desa adalah masalah akhlak. Narkoba, minuman keras, judi online dan lain sebagainya sudah sangat mengkhawatirkan dan perlu segera diatasi,’ ujarnya dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Kamis (14/3/2025).

Dia menyatakan, Muhammadiyah yang juga merupakan ormas yang bergerak di bidang dakwah dan sosial keagamaan mempunyai peranan penting dalam menangani persoalan akhlak tersebut.

“Dengan jam terbang Muhammadiyah yang luar biasa, kita mohon ada kerja sama yang kuat dan rill di desa-desa. Tentu jam terbang Muhammadiyah yang luar biasa itu akan menjadi modal yang sangat berharga buat kami,” ujar Yandri.

Yandri mengatakan, kontribusi Muhammadiyah dalam membangun dan memajukan bangsa sudah tidak perlu diragukan lagi. Oleh karena itu, ia akan mereplikasi apa yang sudah dilakukan Muhammadiyah, terutama untuk kemajuan di desa-desa di Indonesia.

“Kita harus meniru apa yang sudah dilakukan Muhammadiyah sekarang, kita tularkan ke desa. Insya Allah dari pertemuan ini akan ada MoU, nanti implementasinya Insya Allah akan ditentukan lokus desa-desa yang akan jadi binaan Muhammadiyah,” ungkap Yandri.

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Muhajir Effendy mengapresiasi langkah-langkah Mendes PDT yang sedang berupaya melakukan penanganan di semua lini guna membangun desa-desa di Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara Kemendes PDT dengan Muhammadiyah akan bergerak di sektor penguatan ekonomi dan dakwah keagamaan, peningkatan sumber daya manusia dan lain sebagainya.

Ia mengatakan, PP Muhammadiyah akan melakukan sosialisasi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah sampai ke tingkat ranting Muhammadiyah agar bisa terus mendidampingi dan berkerja sama sesuai dengan peta geospasial yang ada di Kemendes PDT.

 

Mendes Juga Gandeng PBNU

Selain Muhammadiyah, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto juga menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam merealisasikan program ekonomi kerakyatan di desa-desa.

Menurutnya, ekonomi kerakyatan amat penting dilaksanakan, karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal punya dua belas aksi pemberdayaan pembangunan desa Gus Ketum. Ada desa ekspor, desa wisata, dan lain-lain. Dan ini menurut kami perlu dikoordinasikan dengan PBNU,” jelasnya.

Yandri juga menjelaskan bahwa organisasi masyarakat (ormas) layaknya PBNU yang notabene memiliki banyak pengikut di level desa pasti berperan penting dalam kebijakan pembangunan, karena dapat menjadi mitra pemerintah.

Salah satunya menyalurkan aspirasi masyarakat, dan menjaga nilai-nilai sosial-ekonomi kerakyatan agar tetap pada prinsip dasar pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

“Kedatangan kami dalam rangka meminta arahan kepada Gus Ketum PBNU. Seperti kita ketahui, PBNU ini kan punya kader jaringan yang banyak di bawah. Jam terbang yang kuat,” paparnya.

Yandri juga mengatakan, setiap dirinya melakukan kunjungan kerja ke desa-desa, banyak persoalan baru yang ia temui, salah satunya tentang masalah moral warga desa.

Salah satunya soal judi online (Judol) dan minuman keras (miras) yang kini menjadi salah satu masalah yang terus berkembang, dan mengancam tidak hanya perekonomian, tetapi juga moral dan sosial di kalangan masyarakat desa, terutama generasi muda.

Karenanya, sinergi antara Kemendes dan PBNU sangat penting dalam memberikan pendampingan dan kolaborasi konkret di desa-desa untuk dapat membentengi perbaikan moral masyarakat dan generasi muda dari kerasnya zaman.

“Dan setiap saya ke desa Gus, saya tidak pernah tidur di hotel saya menginap di desa-desa. Dan saya menemukan masalah serius di sana Gus. Termasuk moral masyarakat dan generasi di desa yang semakin rendah,” ujarnya.

“Mungkin dari PBNU punya usulan atau program yang dapat kita sinergikan ke desa-desa, salah satunya dalam memperbaiki moral masyarakat kita. Seperti kasus-kasus yang terjadi di desa belakangan Gus. Miras, narkoba, judol misalnya,” imbuhnya.

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengapresiasi program dan cita-cita positif bagi pembangunan desa secara nasional. Ia juga berharap ke depannya akan terbentuk kerja sama yang lebih terukur dan komprehensif khususnya program-program yang menjadi prioritas Kemendes PDT.

“Kalau pak menteri berkenan, ya di kita ada program namanya Keluarga Maslahat NU yang dapat menjangkau unit desa-desa di bawah,” pungkasnya. (hms/smr)

Pos terkait