Tidak hanya warga desa, kebutuhan layanan keuangan yang mudah dan dekat juga diperlukan warga perkotaan dengan aktivitas ekonomi yang padat. Hal tersebut dirasakan Abdurrohim, mitra BRILink Agen Ohim yang telah menekuni usahanya selama lebih dari satu dekade di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Semarak.co – Diketahui, Abdurrohim mulai mengelola BRILink Agen sejak 2015, bersamaan dengan peluncuran BRILink Agen. Sebelumnya, ia bersama sang istri menjalankan usaha konter ponsel.
“Waktu itu saya mencari usaha yang dibutuhkan banyak orang. Saat melihat peluang menjadi BRILink Agen, saya merasa ini pilihan tepat. Selain bisa melayani masyarakat, saya juga berharap usaha ini dapat berkembang dan bertahanjangka panjang,” ujar Abdurrohim, dirilis humas melalui WAGroup BRI Z jurnalis PANRB, Senin 2/2/2026).
Bermula dari satu konter kecil, dia perlahan membangun kepercayaan pelanggan dengan menjaga kualitas layanan setiap hari. Keputusannya mengelola BRILink Agen pun menjadi langkah penting dalam perjalanan usahanya, karena perannya kian dirasakan masyarakatdalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.
Seiring waktu, kepercayaan itu berbuah pada pertumbuhan usaha. Kini, Abdurrohim telah mengelola tujuh konter dengan layanan utama BRILink Agen, yang dilengkapi dengan penjualan aksesori ponsel, pulsa, serta layanan servis HP.
Adapun, dalam kesehariannya, Abdurrohim turut menaruh perhatian besar pada kesiapan modal dan kepatuhan terhadap arahan petugas BRI terhadap pengelolaan BRILink Agen.
“Kami selalu menyiapkan layanan yang terbarik agar nasabah bisa nyaman bertransaksi. Jangan sampai ada yang datang tapi tidak terlayani. Informasi dari petugas BRI juga sangat membantu. Kami juga memberikan promo-promo sederhana agar pelanggan tetap setia,” jelasnya.
Dari sana, berkat hubungan dan interaksi yang terjalin secara baik dengan pelanggan setia, membuat Abdurrohim melihat bahwa kebutuhan warga tidak hanya soal transaksi keuangan. Banyak pelanggan yang datang, berbagi cerita, sekaligus menyampaikan kebutuhan lain yang berkaitan dengan aktivitas harian mereka.
Masukan-masukan sederhana dari pelanggan itu yang kemudian membuka pandangan Abdurrohim untuk mengembangkan usaha ke bidang lain. Dengan dukungan pembiayaan komersial dari BRI, ia mulai merintis layanan tambahan secara bertahap, tanpa meninggalkan layanan BRILink Agen.
Abdurrohim pun membuka cabang laundry yang terintegrasi dengan layanan transaksi BRILink Agen, langkah ini tidak hanya memperluas usahanya, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
“Dari BRILink Agen ini, saya tidak hanya mendapatkan tambahan penghasilan, tapi juga kebahagiaan karena bisa melayani masyarakat. Awalnya dari satu usaha saja, lalu saya melihat kebutuhan laundry di sekitar,” ujarnya.
“Alhamdulillah, pelan-pelan saya bisa membuka empat cabang laundry. Di tempat laundry ini juga ada layanan BRILink Agen, dan sekarang sudah ada 21 orang yang bekerja bersama kami,” tutur Abdurrohim.
Kisah yang dijalani Abdurrohim tersebut menggambarkan bagaimana peran BRILink Agen dapat berfungsi sebagai simpul ekonomi lokal, termasuk di kawasan perkotaan dengan perputaran ekonomi yang padat.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRILink Agen tidak hanya sebatas memberikan akses layanan keuangan, tetapi juga menjadi pengungkit tumbuhnya usaha mikro di tingkat komunitas.
“Kami melihat Agen BRILink bukan hanya sebagai mitra layanan perbankan, tetapi sebagai pelaku usaha mikro yang memiliki potensi untuk tumbuh dan membuka peluang ekonomi di lingkungannya,” ujar Akhmad Purwakajaya.
Ia menambahkan, perkembangan BRILink Agen di kawasan perkotaan juga menunjukkan bahwa kebutuhan layanan keuangan yang mudah dan dekat tetap relevan di tengah kepadatan aktivitas ekonomi. (hms/smr)





