Kinerja Positif, Pegadaian Catat Laba Bersih Rp 8,34 Triliun pada 2025

PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif pada 2025 dengan mencetak laba bersih Rp 8,34 triliun.

PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif pada 2025 dengan mencetak laba bersih Rp 8,34 triliun. Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan laba bersih eksponensial sebesar 42,6% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,85 triliun.

Semarak.co – Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menjelaskan, pencapaian ini didorong realisasi aset perusahaan sebesar Rp 151,7 triliun, yang tumbuh 47,8% dibandingkan tahun 2024 sejumlah Rp 102,6 triliun.

Bacaan Lainnya

“Hal ini juga didukung pencapaian Outstanding Loan (OSL) Gross sebesar Rp 126 triliun, yang meningkat 47,5% dari tahun 2024 sebesar Rp 85,4 triliun,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Pegadaian, Rabu (18/2/2026).

Dengan pencapaian kinerja keuangan tersebut, Pegadaian berhasil mencatatkan peningkatan Return on Asset (ROA) menjadi 6,7% dan Return on Equity (ROE) menjadi 21,73%.

Tidak hanya itu, penurunan Non-Performing Loan (NPL) juga signifikan, dari tahun 2024 sebesar 0,63% berhasil ditekan menjadi 0,38% pada tahun 2025. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pembiayaan Pegadaian semakin meningkat dan pengelolaan bisnis juga semakin sehat.

Dari sisi layanan Bank Emas, kinerja Pegadaian sampai dengan 31 Desember 2025 juga menunjukkan pencapaian membanggakan. Tercatat total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Hal ini tentu menjadi pemicu semangat bagi seluruh insan Pegadaian untuk bekerja lebih keras dan berkontribusi lebih optimal, guna memberikan layanan terbaik kepada nasabah,” jelasnya.

Pegadaian terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal. Dengan layanan produk gadai, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset.

Dengan layanan pinjaman mikro, pelaku UMKM mendapatkan akses modal kerja untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha. Selain itu, dengan Layanan Bank Emas Pegadaian, masyarakat makin mudah merencanakan, mengelola dan mengoptimalkan portofolio investasi emas.

Selama 2025, kelolaan ekosistem emas di Pegadaian mencapai 136 ton, yang mencakup portofolio agunan emas produk Gadai dan portofolio layanan Bank Emas Pegadaian. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset emas yang dimiliki. (hms/smr)

Pos terkait