Kementerian PU Percepat Penanganan Jembatan Pantai Dona untuk Pemulihan Aceh

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara. Penanganan Jembatan Pantai Dona dilakukan bertahap melalui koordinasi berbagai pemangku kepentingan guna memastikan proses berjalan efektif.

Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif dan berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Jumat (17/7/2026).

Meski Jembatan Pantai Dona merupakan aset pemkab, Kementerian PU mengambil langkah cepat memulihkan konektivitasmelalui pembangunan jembatan permanen yang dilakukan mulai 10 Desember 2025. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Adhi Karya bersama penyedia jasa lokal dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026.

Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan, hingga 15 Juli 2026 progress fisik Penanganan Jembatan Pantai Dona telah mencapai 43,25%.

“Pekerjaan terus dilanjutkan dan progresnya masih sesuai dengan target. Diharapkan, dengan Penanganan Jembatan Pantai Dona akan menghubungkan kembali konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana,” ujar Zulkarnaini.

Saat ini pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi preboring dan pemancangan pada titik P1, A1, P2, dan A2. Sementara itu, pekerjaan preboring dan pemancangan P3, pembesian dan bekisting pile cap P1 dan abutment A2, penyiapan lahan P3, serta pengecoran isian SPP P2 masih terus berlangsung.

Guna mendukung percepatan konstruksi, pekerjaan ini didukung dengan berbagai peralatan berat seperti excavator, alat preboring dan pancang, mobile crane, batching plant, truck mixer, serta peralatan pendukung lainnya.

Jembatan Bailey Wih Kanis di Aceh Tengah Difungsikan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey Wih Kanis di Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bandar dan Mesidah kini dapat dilalui kembali, usai sebelumnya terputus akibat bencana banjir bandang.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas kembali pulihnya akses tersebut, masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan BPJN Aceh menggelar acara syukuran saat Jembatan Bailey Wih Kanis mulai difungsikan.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan jembatan ini menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran arus transportasi dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

“Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas. Oleh karena itu, percepatan penanganan terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal,” kata Menteri Dody.

Sementara itu, Plt. Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaini mengatakan pembangunan Jembatan Bailey Wih Kanis dilakukan setelah hasil penanganan di lapangan menunjukkan perlunya solusi cepat agar masyarakat tidak berlarut-larut kehilangan akses.

Pembangunan jembatan sepanjang 30 meter, lebar 4 meter, dengan kapasitas layanan 20 ton tersebut dilaksanakan sejak 4 Juni 2026 dan rampung pada 5 Juli 2026, sehingga dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pekerjaannya dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai pelaksana tanggap darurat dengan mengerahkan 33 personel serta didukung 2 alat berat excavator, 1 unit Vibro dan 3 buah Dump Truck sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 1 bulan.

Dengan berfungsinya kembali Jembatan Bailey Wih Kanis, akses menuju pusat kecamatan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sentra pertanian kini kembali normal. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian di wilayah tersebut.

Dalam memulihkan rehabilitasi dan rekonstruksi, BPJN Aceh juga akan membangun jembatan permanen untuk meningkatkan konektivitas perekonomian di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Infrastruktur tersebut akan dibangun tepat di samping Jembatan Bailey Wih Kanis.

Tak hanya itu, BPJN Aceh juga membantu mengambil alih penanganan ruas jalan dan jembatan yang merupakan kewenangan pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi dapat segera kembali pulih. (hms/smr)

Pos terkait