Kementerian PU Pastikan Jembatan Enang-Enang Kini Fungsional Secara Terbatas, Penanganan Permanen Dipercepat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus melakukan penanganan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah secara bertahap.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus melakukan penanganan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga konektivitas masyarakat.

Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, Kementerian PU terus berkomitmen memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera ditangani untuk menjaga konektivitas masyarakat dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Bacaan Lainnya

“Koordinasi yang erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar setiap tahapan penanganan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis PU608, Kamis (2/7/2027).

Berdasarkan hasil evaluasi teknis, kondisi struktur jembatan, geometrik jalan, serta tanah di sekitar lokasi yang masih labil akibat longsor memerlukan penanganan secara bertahap. Sebagai langkah awal, BPJN Aceh telah menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara (shoring) pada struktur jembatan.

Plt Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini memastikan dengan selesainya perkuatan tersebut, Jembatan Enang-Enang sudah dapat difungsikan secara terbatas. Saat ini jembatan dapat dilalui kendaraan roda dua serta kendaraan roda empat dengan muatan maksimal lima ton pada siang hari, sementara kendaraan berat dan angkutan umum tetap dibatasi.

“Kemarin kita sudah kerahkan satker supaya meminta PPK di sana untuk dibuat perkuatan di bawah jembatan dengan shoring itu dan sudah selesai dikerjakan. Untuk roda dua, roda empat, dan pejalan kaki insyaallah sudah bisa dilalui, namun untuk kendaraan bermuatan besar seperti truk masih belum bisa,” ujar Zulkarnaini.

Selama masa penanganan darurat, BPJN Aceh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) serta Dinas Perhubungan, untuk mendukung rekayasa lalu lintas dan kendaraan yang dapat melintasi jembatan.

Di sisi lain, Jalan Werlah tetap dioptimalkan sebagai jalur alternatif. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah mengusulkan pelebaran Jalan Werlah melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) guna meningkatkan kelancaran arus lalu lintas pada jalur alternatif tersebut.

BPJN Aceh memastikan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Aceh akan terus memantau kondisi Jembatan Enang-Enang serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar lokasi selama masa penanganan darurat berlangsung.

Sementara terkait penanganan permanen, tahapan perencanaan akan dipercepat agar pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan.

“Untuk jembatan permanen di Enang-Enang memang sudah kami programkan di tahun 2027. Namun dengan kondisi sekarang, kita melihat perlu dilakukan percepatan sehingga perencanaannya akan kita lakukan lebih awal di tahun 2026 untuk menyiapkan desain dan pemrogramannya,” kata Zulkarnaini.

Pulihkan Konektivitas Aceh, Penanganan Permanen Jalan dan Jembatan Terus Berlanjut

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh melalui penanganan permanen pada puluhan ruas jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi konektivitas masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses transportasi kembali aman, lancar, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta mobilitas warga di berbagai wilayah.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani secara permanen 20 lokasi di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri atas 15 ruas jalan dan lima jembatan. Di sejumlah ruas, pekerjaan dilakukan pada lebih dari satu titik kerusakan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, penanganan permanen juga dilaksanakan pada 16 lokasi di Lintas Tengah Aceh yang mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi jalan maupun jembatan, penanganan lereng, perlindungan tebing sungai, pekerjaan struktur, hingga berbagai pekerjaan pendukung lainnya.

Menteri PU, Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif dan berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus dilakukan.

“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait,” kata Menteri Dody.

Di koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan pada 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan, di antaranya:
1. Beureunuen – Bts. Pidie Jaya/Pidie
2. Bts. Pidie Jaya/Pidie – Meureudu
3. Meureudu – Bts. Pidie Jaya/Bireuen
4. Bts. Pidie Jaya/Bireuen – Kota Bireuen
5. Peureulak – Bts. Kota Langsa/Aceh Timur
6. Bts. Kota Langsa/Aceh Timur – Kota Langsa
7. Bts. Kota Langsa/Aceh Tamiang – Kota Kuala Simpang
8. Jln. Ir. Juanda (Kuala Simpang)
9. Jln. Cut Nyak Dhien (Kuala Simpang)
10. Jln. Iskandar Muda (Kuala Simpang)
11. Jln. Mayjen Sutoyo (Kuala Simpang)
12. Jln. Ade Irma Suryani (Kuala Simpang)
13. Kota Kuala Simpang – Bts. Provinsi Sumut
14. Jembatan Krueng Meureudu
15. Jembatan Krueng Tingkeum
16. Jembatan Pante Lhong
17. Jembatan Ulee Langa

Adapun di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada tiga lokasi yang meliputi
1. Ruas Jalan Genting Gerbang – Celala – Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya
2. Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram
3. Jembatan Krueng Beutong

(hms/smr)

 

Pos terkait