Kementerian PPN/Bappenas menjali kerja sama dengan KADIN, Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), dan Indonesia Global Compact Network (IGCN) untuk penyusunan dan implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Sustainable Development Goals (SDGs) 2025–2030.
Semarak.co – Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pentingnya momentum ini dalam menyelaraskan arah pembangunan nasional dengan Agenda 2030, Asta Cita Presiden, dan Visi Indonesia Emas 2045.
“Indonesia hanya memiliki waktu lima tahun lagi menuju 2030 untuk menyelesaikan target SDGs. Konsultasi publik hari ini adalah kesempatan memastikan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjamin keadilan sosial dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Bappenas, Rabu malam (27/8/2025).
Dia menyatakan, Indonesia mencatat capaian positif di 61,4 persen indikator TPB/SDGs hingga 2024 Keberhasilan ini lahir dari kerja bersama yang kini perlu ditingkatkan dengan transformasi lebih dalam dan kolaborasi lebih luas.
Forum Konsultasi Publik Rancangan RAN SDGs 2025–2030 ini melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, filantropi, dan akademisi untuk memperkuat penyusunan kebijakan secara inklusif dan berdasarkan bukti ilmiah.
Deputi Bidang Pangan Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menegaskan, RAN SDGs 2025–2030 disusun secara partisipatif, inklusif, dan transparan.
Kerja sana ini menegaskan komitmen Kementerian PPN/Bappenas untuk memimpin kolaborasi penguatan ekosistem pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi fondasi solid bagi pencapaian RAN SDGs 2025–2030 dan tujuan Indonesia Emas 2045.
“Keberhasilan kita bukan karena lebih hebat, tetapi karena memilih berjalan bersama. Tugas kita kini adalah memperkuat transformasi dan kolaborasi agar pembangunan Indonesia benar-benar inklusif, adil, dan berkelanjutan,” pungkas Wamen Febrian. (hms/smr)