Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP) antara Kemenkop dan UKM yang diwakili Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman (kiri) dan Direktur Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi (kanan). Foto: industry.co.id

Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM bersama Bank BNI Syariah meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) Super Mikro dengan bunga nol persen (0%). Menyusul penandatanganan Perjanjian Kerja sama Pembiayan (PKP) antara Kemenkop dan UKM dengan BNI Syariah di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

semarak.co– Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM pada 27 Juli 2020 membahas relaksasi kebijakan penyaluran KUR pada masa Covid-19 dan 13 Agustus 2020 membahas usulan skema KUR Super Mikro dan perubahan kebijakan KUR pada masa Covid-19.

“Diharapkan dengan ditandatanganinya PKP ini dapat mendorong percepatan penyaluran KUR,” kata Hanung seperti dikutip industry.co.id yang dilansir melalui WA Group Jurnalis Syariah link beritanya, Rabu (2/9/2020).

Keputusannya, lanjut Hanung, skema KUR super mikro dengan suku bunga 0% sampai dengan 31 Desember 2020 dengan plafon maksimal Rp10 juta. “KUR ini ditujukan untuk pekerja terkena PHK atau ibu rumah tangga yang melakukan usaha, dan tidak dipersyaratkan agunan,” papar Hanung.

Selain itu, lanjut Hanung, ada perubahan kebijakan tambahan subsidi bunga KUR pada masa pandemi Covid-19 dari yang sebelumnya 6% untuk tiga bulan pertama dan 3% untuk tiga bulan kedua, menjadi 6% sampai dengan 31 Desember 2020. “Termasuk adanya penundaan penetapan target penyaluran KUR sektor produksi sebesar minimal 60%,” imbuhnya.

Saat ini terdapat 42 penyalur KUR, lanjut Hanung, yang terdiri dari 38 bank, satu LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) dan tiga koperasi. “Untuk penyalur KUR Syariah baru ada dua, yaitu BRI Syariah dan BPD NTB Syariah,” terang dia.

Sehingga, kata dia, BNI Syariah menjadi penyalur KUR Syariah yang ketiga dengan plafon penyaluran Tahun 2020 telah ditetapkan sebesar Rp700 miliar. Dengan rincian, plafon KUR Mikro sebesar Rp350 miliar dan KUR Kecil Rp350 miliar.

Total realisasi penyaluran KUR sampai 30 Juli 2020 sebesar Rp93,53 triliun. Atau sebesar 53,1% dari target Rp176,22 triliun kepada 2.741.383 debitur. Rinciannya, KUR Mikro sebesar Rp83,80 triliun (1.833.621 debitur), KUR Kecil/khusus sebesar Rp19,044 triliun (100.816 debitur), dan KUR TKI sebesar Rp 0,267 triliun (9.475 debitur).

Total realisasi subsidi KUR sampai dengan 31 Agustus 2020 (Data Kementerian Koperasi dan UKM) sebesar Rp9,79 triliun atau sebesar 51,78% dari pagu anggaran Rp18,91 triliun.

Rinciannya, subsidi IJP Rp156 miliar dari pagu Rp178 miliar, subsidi bunga KUR reguler Rp8,31 triliun dari pagu Rp13,77 T triliun, dan tambahan subsidi bunga KUR (Covid-19) Rp1,32 triliun dari pagu Rp4,96 triliun.

Ditempat sama, Direktur Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi menegaskan komitmen BNI Syariah terhadap perekonomian nasional tidak hanya diwujudkan dalam bentuk relaksasi pembiayaan UMKM. “Kami juga melakukan banyak pembinaan secara teknis terhadap pelaku usaha mikro. Saat ini, kami memiliki sekitar 70 ribu debitur dari usaha mikro,” kata Iwan.

Iwan meyakini, dengan turut menyalurkan KUR bisa berdampak positif terhadap pengembangan UMKM di Indonesia. Di samping itu, BNI Syariah juga sudah bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong dan mengembangkan nasabah Mekaar.

“Secara sistem dan teknologi BNI Syariah sudah cukup memadai untuk menyalurkan KUR. Dan sinergi ini akan bisa lebih cepat mengakselerasi pembiayaan untuk UMKM,” pungkas Iwan. (net/smr)

LEAVE A REPLY