Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe melalui program ECHOES X GENSi untuk meningkatkan awareness ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat talenta muda digital, khususnya di kalangan anak muda.
Semarak.co – ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) merupakan program Kemenekraf yang mengenalkan ekosistem ekonomi kreatif dan memperkuat kapasitas pelajar serta mahasiswa.
Sementara GENSi (Generasi Terkoneksi) adalah platform pemberdayaan generasi muda Indosat yang membantu generasi muda memanfaatkan peluang digital dan teknologi untuk menciptakan dampak nyata.
“Kami mengapresiasi Indosat dan Adobe dalam menghadirkan kolaborasi untuk mengakselerasi talenta kreatif digital yang berdaya saing global,” ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya saat peluncuran program, dirilis humas Kemenekraf usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Selasa (16/16/2026).
Menekraf mengatakan Indonesia berhasil memperluas akses digital secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Tantangan saat ini bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana membangun kapabilitas kreatif dan memberdayakan generasi muda agar mampu menciptakan nilai tambah di era digital.
“Anak-anak muda Indonesia memiliki kreativitas yang luar biasa. Ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan nasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membekali generasi muda dengan keterampilan kreatif dan pemanfaatan AI agar mampu menghasilkan karya bernilai tambah,” imbuhnya.
Kolaborasi ini juga membuka peluang sinergi dengan tiga program flagship Kementerian Ekraf pada 2027, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk mendorong local heroes go national serta national champions go global.
Melalui dukungan Indosat dan Adobe, ECHOES menjadi salah satu kanal untuk memperkenalkan perangkat kreatif dan pembelajaran berbasis AI kepada generasi muda.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” ujarnya.
Setelah sukses membekali lebih dari 10.000 generasi muda Indonesia melalui program literasi digital dan pembelajaran kreatif, tahun ini GENSi menargetkan menjangkau 15.000 anak muda di seluruh Indonesia.
Adobe turut mendukung melalui penyediaan teknologi, pelatihan, peluang monetisasi, akses premium Adobe Express, serta materi pembelajaran Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
President Adobe untuk kawasan Jepang dan Asia Pasifik (JAPAC), Ben Goodman, menilai Indonesia memiliki populasi muda yang besar, budaya kreatif yang kuat, serta posisi strategis dalam perkembangan teknologi dan AI.
Menurutnya, kemitraan antara Adobe, Indosat, dan Kementerian Ekonomi Kreatif bertujuan menghidupkan ekonomi kreatif bagi seluruh masyarakat Indonesia, memberdayakan para kreator agar berkembang dalam skala yang lebih besar.
“Selain itu , membantu mereka mengubah ide menjadi bisnis yang dapat dimonetisasi, serta menciptakan ekonomi masa depan yang lebih baik bagi diri mereka, keluarga mereka, dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ben Goodman. (hms/smr)





