Kedubes Arab Saudi Akan Perbanyak Al Quran Isyarat, Percetakan Malik Fahd Siap Produksi Al Quran Isyarat Balitbang Diklat Kemenag

Kepala Atase Agama Kedubes Arab Saudi Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi (pakai baju jubah khas atau keenam dari kanan) didampingi Sekjen Kemenag Prof Ali Ramdhani (kelima dari kanan) dan Kepala Balitbang Diklat Kemenag Prof Suyitno (keempat dari kanan) dalam acara peluncuran Iqro’na, panduan praktis untuk belajar Al Quran braille yang diselenggarakan Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI di Aula HM. Rasjidi, Kemenag, Jalan Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024). Foto: dok humas

Percetakan khusus Al Quran yang terkenal, Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif (King Fahd Complex for Printing the Holy Quran) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Urusan Agama, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi mengumumkan rencana memproduksi Al Quran isyarat dari Lajnah Pentasihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Balitbang Diklat secara masal.

semarak.co-Keputusan ini diumumkan Kepala Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi dalam acara peluncuran Iqro’na, panduan praktis untuk belajar Al Quran braille yang diselenggarakan Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI di Aula HM. Rasjidi, Kemenag, Jalan Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024).

Bacaan Lainnya

Syeikh Al-Hazmi menyatakan kekagumannya terhadap Al Quran isyarat yang diterbitkan LPMQ Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Latihan (Balitbang Diklat) Kemenag. Syeihk Al Hazmi menegaskan pentingnya langkah ini dalam memperluas aksesibilitas Al Quran bagi semua lapisan masyarakat.

Menyambut pernyataan Syeikh Al Hazmi, Kepala Balitbang Diklat Kemenag Prof Suyitno menegaskan bahwa ini merupakan tonggak penting dalam upaya meningkatkan akses literasi Al-Quran bagi penyandang disabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, Syeikh Ahmed bin Essa Al-Hazmi. Langkah ini akan membantu menyediakan Al-Quran isyarat secara lebih luas bagi saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus di seluruh dunia,” ujar Prof Suyitno.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Balitbang Diklat Kemenag untuk memberikan layanan yang inklusif dan merata bagi semua umat, sesuai dengan visi pemerintah dalam membangun masyarakat yang lebih berkeadilan dan berkesetaraan.

Kembali Syeikh Ahmed bin Essa Al Hazmi mengekspresikan kekagumannya terhadap Al Quran Isyarat yang diterbitkan Lajnah Penastihan Mushaf Al Quran Balitbang Diklat Kemenag. Ia menyatakan kesediaannya untuk menggandakan produksi Al Quran di Madinah.

“Al Quran ini akan menjadi sumber bacaan bagi saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus di seluruh dunia,” ujar Syeikh Al Hazmi dirilis humas Balitbang Diklat Kemenag usai melalui WAGroup Media Balitbang Diklat, Senin (1/4/2024).

Diketahui pula acara Ramadan Show yang mengusung tema Al Quran for All merupakan bagian dari upaya Kemenag untuk memperluas aksesibilitas Al Quran bagi semua lapisan masyarakat, termasuk sahabat-sahabat yang membutuhkan perhatian khusus.

Pada acara ini, dilakukan peluncuran Iqrona oleh Balitbang Diklat Kemenag yang merupakan panduan praktis untuk belajar Al Quran braille. Selama acara exhibition yang berlangsung hingga besok 3 April 2024, berbagai kegiatan menarik diselenggarakan.

Termasuk pameran mushaf Braille Juz Amma, mushaf isyarat, dan mushaf pusaka, serta mushaf Istiqlal.  Selain itu, terdapat juga kajian digital, pustaka laznah LPMQ, UPQ, serta demonstrasi membaca Al-Quran braille.

Dengan langkah-langkah ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan yang merata dan inklusif, bukan hanya bagi umat Islam di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. “Upaya ini diharapkan dapat mengatasi tantangan rendahnya literasi Al-Quran di kalangan penyandang disabilitas akibat keterbatasan akses pembelajaran Al-Quran,” pungkas Prof Suyitno. (smr)

Pos terkait