PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta bersama kepolisian dan Komunitas Pecinta Kereta Api, menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang menjelang Lebaran 2026, di titik JPL 320 Km 152+517 lintas Maguwo-Brambanan.
Semarak.co – Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyatakan, kegiatan ini merupakan upaya KAI Daop 6 Yogyakarta menekan potensi gangguan perjalanan kereta api terutama jelang masa Angkutan Lebaran 2026.
“JPL 320 Brambanan salah satu lokasi dengan intensitas lalu lintas kendaraan dan perjalanan kereta api yang cukup tinggi, sehingga memerlukan perhatian lebih terkait kepatuhan pengguna jalan terhadap palang pintu perlintasan,” ujar Feni, dirilis humas usai acara melalui pesan elektronik Redaksi semarak.co, Selasa (10/2/2026).
Dia menegaskan keselamatan adalah prioritas utama KAI, kegiatan sosialisasi di JPL 320 Brambanan ini adalah langkah nyata untuk terus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin mematuhi seluruh aturan yang berlaku dan berhati-hati di perlintasan sebidang.
“Menerobos palang pintu bukan hanya berbahaya, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama mewujudkan perlintasan yang aman, tertib, dan bebas kecelakaan,” ujarnya.
Feni menambahkan, sepanjang 2025, KAI Daop 6 berhasil menekan angka kejadian temperan dari 19 kejadian di Tahun 2024 menjadi 13 kejadian di Tahun 2025. Hal ini menunjukkan upaya peningkatan keselamatan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil yang positif.
Selain melaksanakan sosialisasi keselamatan dengan menggandeng kewilayahan seperti Kepolisian, Dishub, dan komunitas pencinta kereta api, KAI juga mendukung upaya pemerintah dalam menutup perlintasan liar. Pada tahun 2025, sebanyak 14 perlintasan liar berhasil ditutup.
Berbagai upaya ini tentu juga tetap membutuhkan sinergi dengan pengguna jalan raya dengan kesadaran dan kepedulian untuk mematuhi rambu yang berlaku di perlintasan sebidang. “Mari kita utamakan keselamatan, patuhi palang pintu perlintasan, ingat BERTEMAN (Berhenti Tengok Kiri-Kanan, Aman, Jalan),” tutup Feni.
Melalui sosialisasi ini, KAI Daop 6 berharap kesadaran terhadap keselamatan di perlintasan sebidang meningkat. KAI Daop 6 juga berkomitmen terus berkoodinasi dengan komunitas, pemda, dan berbagai pemangku kepentingan guna menekan gangguan perjalanan kereta api. (hms/smr)





