Jamin Tak Ada PHK, Mandiri Syariah Siap Bersinergi Ciptakan Bank Syariah Modern dan Inovatif

Toni EB Subari. foto: humas Mandiri Syariah

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) atau Mandiri Syariah mendukung penuh langkah Pemerintah melalui Kementerian BUMN dalam menyatukan tiga bank syariah milik Himbara, yakni PT Bank BRIsyariah, PT Bank BNI Syariah, dan Mandiri Syariah.

semarak.co– Mandiri Syariah menyatakan kesiapannya bersinergi untuk menciptakan bank syariah yang modern dan inovatif berskala global. Selain itu, penggabungan ini diharapkan semakin meningkatkan potensi ekonomi dan keuangan syariah yang sedang tumbuh positif meski di tengah pandemi.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui anggota Himbara selaku perusahaan induk ketiga bank syariah nasional yakni PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah menandatangani Conditional Merger Agreement (CMA) bersama BRIsyariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah, Senin malam (12/10/2020).

Penggabungan ketiga bank syariah BUMN ini bertujuan agar Indonesia yang merupakan negara berpopulasi umat muslim terbesar di dunia mampu memiliki bank syariah terbesar di Tanah Air yang berskala global.

Secara umum perbankan syariah berpotensi tumbuh dan berkembang di tengah tantangan ekonomi makro dan industri keuangan akibat pandemi. Peluang pertumbuhan ini tercermin dari terjaganya kinerja positif industri perbankan syariah, khususnya Mandiri Syariah, sejak beberapa tahun terakhir.

Hingga akhir Agustus 2020 beberapa indikator kinerja Mandiri Syariah positif dan tumbuh, sehat dan sustain yaitu laba bersih tumbuh 26,58% yoy menjadi Rp957 miliar (unaudited), pembiayaan tumbuh hingga 6,18% yoy menjadi Rp76,66 triliun

Dimana pembiayaan segmen ritel tumbuh 12,52% menjadi Rp48,55 triliun seiring strategi fokus yang ditetapkan. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah tersebut ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 13,17% yoy menjadi Rp99,12 triliun.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan sinergi bank syariah ini diharapkan mampu meningkatkan inovasi ekonomi dan keuangan syariah menjadi lebih moderen.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mandiri Syariah sendiri konsisten melakukan inovasi layanan digital bagi nasabah guna menawarkan sistem layanan perbankan yang berbeda yang tidak hanya memberikan layanan finansial berbasis syariah, tapi juga solusi kebutuhan sosial dan spiritual yang makin relevan dengan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia.

“Insya Allah, kami optimis bank syariah nasional yang bersatu dan bersinergi ini akan menciptakan bank syariah yang modern, inovatif, berbasis digital, berskala global sehingga harapannya bisa memberikan manfaat lebih luas, lebih besar kepada lebih banyak stakeholders,” ujar Toni dalam rilis Humas Mandiri Syariah, Rabu (14/10).

Dan pada akhirnya, nilai Toni, dapat memakmurkan perekonomian Indonesia. “Kami siap membantu dan menyelesaikan proses merger ini agar manfaatnya segera dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Toni.

Selama proses integrasi maupun setelah integrasi, lanjut dia, ketiga bank syariah dan para pemegang saham menjamin tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Sedangkan bagi para nasabah, merger ini belum berlaku efektif. “Penandatangan CMA merupakan langkah awal dari proses merger,” pesan Toni.

Nasabah tidak perlu khawatir, pinta Toni, pihaknya memastikan layanan dan operasional untuk nasabah pun akan tetap berjalan berdasar pemenuhan kebutuhan nasabah (customer centric).

“Tidak ada perubahan pada operasional, kebutuhan nasabah tetap menjadi prioritas dan pelayanan akan tetap kami berikan secara optimal,” pungkas Toni. (smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *