Ironi Amerika di Bawah Kendali Idiot dan Maniak Perang

Ilustrasi ini yang diambil pada 22 Juni 2025 menampilkan peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran. Foto: internet

Oleh Madrasatuna *)

Semarak.co – Benda logam hitam seperti Burung Rajawali, malam itu melesat gesit bak kilat dalam ketinggian ribuan kaki di atas langit Iran. Semua penduduk di bawahnya masih terlelap, sebab kehadirannya senyap bak siluman langit, tanpa suara.

Padahal burung besi itu sedang melakukan operasi pengintaian dan pemetaan kawasan di bawahnya. Radar pertahanan Iran pun seperti tak menangkap sinyal kehadirannya. Rajawali besi super cepat itu adalah pesawat jet tempur canggih jenis F35-Stealth milik Amerika.

Sepanjang operasinya selama 20 tahun menjalankan misi pengintaian wilayah musuh selalu sukses. Sejak diproduk pertama kali tahun 2006, ia digadang-gadang menjadi pesawat fighter tercanggih di dunia.

Perlengkapannya nyaris sempurna, mulai piranti anti deteksi radar musuh, senjata elektromagnetik yang mampu melakukan jumper radar musuh, missile pemandu presisi laser air to ground and air to air target. Ia juga dilengkapi persenjataan beberapa buah bom penghancur.

Si Sopir F35 Stealth, awalnya percaya diri dan pede, ia mengira bisa leluasa mengacak-acak radar dan seluruh jaringan sistem pertahanan Iran, tanpa terlacak radar musuh. Pesawat kebanggaan AS dengan seluruh piranti serang dan piranti canggih proteksunya, memang dirancang menjadi pesawat aman bagi sopir tunggal yang berada di cockpit pesawat.

Bagaimana tidak, F35 memang punya kualitas tempur di kelasnya sendiri. Tidak seperti jet tempur modern lainnya, pesawat ini menggabungkan kemampuan siluman, kecepatan, sensor canggih, dan konektivitas yang tak tertandingi —semuanya dalam satu platform.

Pesawat ini tidak hanya mampu mendeteksi ancaman musuh lebih awal, tetapi juga mampu membagikan informasi sistem pertahanan lawan secara lancar dan akurat kepada sekutu di seluruh medan pertempuran, sekaligus bertindak sebagai pengganda kekuatan.

Saat pasukan elit Amerika Delta Force menculik Nicholas Maduro, F35 bertindak sebagai penyuplai informasi titik-titik target serangan. Ia berperan bak dirigen penyerbuan pasukan elit AS tersebut. Tapi informasi intelijen Amerika gagal membaca kekuatan sistem pertahanan udara Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tak dinyana, berhasil mengulik titik lemah F35, yakni sumber panas knalpot pesawat. IRGC telah lama menyiapkan rudal penangkal dilengkapi pemandu sensor infra merah, yang berhasil memburu sumber panas pesawat siluman itu.

Si Pilot kaget bukan kepalang saat mengetahui pesawatnya dikuntit besi panas berhulu ledak dahsyat. Dan akhirnya… blaarrr, suara ledakan dahsyat terdengar di udara saat sang siluman meledak dihantam rudal Iran. Klaim rontoknya pesawat tempur berjuluk Siluman itu, dirilis IRGC Jum’at, 3 April 2026 lalu.

Dalam video unggahan IRGC, nampak puing-puing F35 yang telah berubah menjadi rongsokan. Dari tongkrongan sangar berubah jadi onggokan logam yang hancur terbakar. Pesawat seharga 87 juta hingga 100 juta US dolar itu (setara kira-kira 1,3 – 1,7 triliun rupiah) hancur berkeping-keping  oleh rudal seharga puluhan ribu dolar saja.

Mitos supremasi udara AS, rontok dalam sekejap.  Negara-negara yang sudah lama antri pesan F35 boleh jadi membatalkan pesanannya. Seperti diketahui beberapa negara Eropa seperti Belgia, Swiss, dan Denmark sudah lama memesan pesawat F35 pada AS.

Dagangan senjata AS, khususnya pesawat-pesawat tempurnya, boleh jadi terancam akan ditinggalkan pasar. Di tengah gempuran rudal-rudal hipersonik Iran, yang berhasil menghancurkan seluruh infrastruktur pertahanan militer, logistik. dan energi AS di Timur Tengah.

Tekanan hutang dalam negeri AS yang mencapai puluhan ribu triliun, ditambah tekanan gelombang protes jutaan massa untuk makzulkan. Trump bertajuk “No King” di seluruh negara bagian AS. Belum lagi mitra AS di Eropa dan bahkan NATO telah muak dengan ambisi dungu Trump.

Maka boleh jadi klimaks kekalahan Amerika Israel versus Iran, adalah rontoknya F35. Di samping pesawat angkut C130 dan helikopter Black Hawk yang juga telah berhasil dirontokkan rudal murah Iran. Kebanggaan dan sikap jumawa AS jelas runtuh. Wajah Trump pucat, mulutnya seketika kicep.

Tidak seperti biasanya, ia sebelumnya selalu ngoceh dengan narasi-narasi bohongnya. Gedung Putih pasti panik dan down. Mau angkat bendera putih gengsi. Maka emergency exit untuk menyelamatkan muka AS adalah tawaran cease fire…!

Cihuuyy Donald Bebek pasti memble nih yeee..?! Padahal jauh-jauh hari para pengamat intelijen AS yang netral sudah banyak memberi masukan: “Trump…trump ente jangan anggap enteng Iran. Iran itu bukan bangsa kaleng-kaleng.

Die itu entitas peradaban yang umurnya udah 5000 taon…!” Tapi dasar pemimpin idiot dan maniak perang, haus seks dan minyak… yaa masukan itu cuma dianggap angin lalu. Rasain aja… ancur eloh Trump. Iran elo lawan…[]Sut

☪️

Sumber: WAGroup Dosen STAI PTJ (postSenin25/5/2026/)