(ki-ka) General Manager Operational LuLu Hypermarket Guruh Munzir mendampingi Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta usai melakukan simulasi pembayaran kurban di kasir. Foto: Heryanto

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menjalin kerja sama dengan pusat belanja, Lulu Hypermarket Store di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, untuk memberikan layanan kemudahan berkurban pada masyarakat di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah ini, yang diperkirakan jatuh Minggu (11/7/2019).

Tahun 2018, Baznas dan Lulu Hypermart bekerja sama untuk program yang sama, yaitu Kurban Berdayakan Desa. Tahun ini, masyarakat dapat menunaikan kurban sambil berbelanja di gerai Lulu Hypermarket tidak saja di Hypermart BSD, tapi juga di Cakung, Jakarta Timur.

Layanan kurban di gerai Lulu Hypermarket BSD sudah dapat dinikmati usai peresmian kerja sama antara kedua pihak, Kamis (1/8/2019). Hadir dalam acara tersebut, Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta dan General Manager Operational LuLu Hypermarket Guruh Munzir.

Arifin Purwakananta mengatakan, masyarakat bisa menunaikan ibadah kurban ke Baznas dengan melakukan pembayaran di kasir setiap cabang LuLu Hypermarket. Selain bukti bayar dari Lulu Hypermarket, pelanggan juga akan memperoleh laporan pelaksanaan kurban dari Baznas. Selain melalui email, tapi juga informasi lewat telepon.

BACA JUGA :  Dekopin Nilai Kasus Dugaan Korupsi Pejabat LPDB Tamparan Kemenkop dan UKM

“Menunaikan kurban melalui Lulu Hypermarket sangat mudah. Pertama, pelanggan mendaftar terlebih dahulu di costumer service, kedua, melakukan pembayaran kurban di kasir sebesar harga hewan yang dikurbankan. Atau tahun ini untuk kambing Rp2.500.000,” kata Arifin usai peresmian.

Masyarakat, lanjut Arifin, harus mengecek struk yang mencantumkan khusus kurban ini. Karena ini nantinya konek ke sistem program kurban di Baznas. “Selain proses pembayarannya yang mudah, dengan menunaikan kurban ke Baznas melalui Lulu hypermarket,” terangnya.

Masyarakat, lanjut dia, dapat ikut berperan dalam pemberdayaan desa. “Karena Program Kurban Berdayakan Desa yang Baznas selenggarakan, akan mendorong peningkatan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan budaya di desa,” katanya.

Dalam Kurban Berdayakan Desa, kata dia, hewan kurban dibeli langsung dari peternak di desa, disembelih dan didistribusikan di desa. Sehingga, peternak dan masyarakat desa semakin berdaya dan merasakan manfaat dari kurban yang kita tunaikan.

“Dengan keikutsertaan masyarakat luas dalam Kurban Berdayakan Desa, selain memiliki nilai ibadah, tentu juga mampu mendukung pengentasan kemiskinan di Indonesia,” kata Arifin yang baru mendapatkan penghargaan tokoh muslim.

BACA JUGA :  Baznas Dorong Pendayagunaan Zakat untuk SDG’s Air Minum dan Sanitasi

Guruh Munzir mensyukuri kerja sama tahun kedua ini dalam rangka memberdayakan potensi kurban yang ada. “Saya dengar di radio, kalau tidak salah. Potensi kurban di Jakarta sapi 4000, kambing 34.000 ribu, domba dua ribu,” paparnya.

Ini potensi besar, lanjut dia, nilai ini tidak usah muluk-muluk sampai dengan menyerap 50 persen. “Dapat menyerap 10 persen saja melalui Baznas bersama Lulu, impact-nya akan besar sekali,” pujinya.

Lulu, klaim Munzir, berterimakasih diajak untuk berkontribusi membangun kerakyatan di desa. “Ini konsepnya bagus sekali, dari kota untuk desa. Jadi selama ini, orang di desa tidak ikut mencicipi kurbannya,” pujinya.

Artinya, lanjut dia, orang kota yang berkurban melalui Lulu Hypermart, kambingnya dibeli di desa, dipotong di desa, dan disalurkan lagi di desa. “Jadi komplit 100 persen untuk desa. Jadi pasti akan meningkatkan ekonomi. Untuk itu, kerja sama ini akan terus dilanjutkan,” tutupnya. (lin)

LEAVE A REPLY