Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, salah satu yang menjadi konsentrasi dari program Nawa Cita yakni membangun dari pinggiran. Ini menjadi satu diantara tugas yang diamanatkan kepada BUMN‎.

” Bagaimana BUMN dengan belanja modal pada 2016 yang mencapai Rp 410 triliun dan akan ditingkatkan menjadi Rp 555 triliun pada 2017 bisa mewujudkan semua target pembangunan infrastruktur, ” tutur dia di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Rini menjelaskan, pemerintah telah mencanangkan pembangunan 52 proyek jalan tol, 17 proyek bandara, 13 proyek pelabuhan, serta 19 proyek jalan kereta api. Pemerintah juga menargetkan pembangunan sejumlah waduk, dam, serta bendungan guna mendorong produksi pangan dan melindungi ketahanan pangan.

Selain infrastruktur, Rini menambahkan, pembangunan bidang perikanan dan kelautan juga menjadi konsentrasi BUMN karena sekitar 60 % rakyat Indonesia berada di pesisir. Dengan luas wilayah 5, 8 juta km. persegi berupa laut atau dua pertiga dari wilayah Indonesia, bidang kelautan menjadi andalan.

” Potensi penerimaan dari kelautan juga cukup besar karena penerimaan baru mencapai sekitar US$ 3, 85 miliar pada 2012, ” kata dia.

Penerimaan ekspor produk kelautan Indonesia saat ini kalah dibandingkan Thailand yang mencapai US$ 8, 07 miliar per tahun. Indonesia berpotensi memperoleh Rp 91 triliun dari bidang perikanan dan kelautan.

” Pembagian BUMN menjadi beberapa bidang diharapkan bisa mempermudah sinergi untuk mendukung akselerasi pertumbuhan, memperkuat posisi dan meningkatkan pemerataan sebagai perwujudan Nawa Cita, ” tutur dia.

BUMN diyakini memiliki potensi yang sangat besar dan merupakan satu diantara lokomotif penggerak perekonomian nasional lewat pendapatan dan kontribusi pajaknya kepada negara.
” Sinergi yang terjadi antar BUMN, baik dalam bentuk transaksional, kerja sama, maupun kolaborasi dapat dijalankan asalkan memberikan aneka keuntungan serta memberikan dampak bagi perekonomian nasional, ” papar dia. (Dny/Ahm)

LEAVE A REPLY