Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, membahas permasalahan di Nias Utara, seperti akses jalan yang masih minim, infrastruktur, blank spot, hingga desa yang belum dapat listrik.
Semarak.co – Bupati Amizaro menyatakan, sebagai satu-satunya kabupaten yang masih berstatus daerah tertinggal di Sumatera Utara, diperlukan afirmasi khusus untuk menangani berbagai persoalan di Nias Utara. Dia berharap Mendes PDT memberikan program yang ada di Kemendes.
“Bagaimanapun orang tua kami terkait dengan daerah tertinggal ini adalah Kemendes PDT. Ini yang terus kita perjuangkan, Pak Menteri,” ujar Amizaro, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Selasa (10/2/2026).
Mendes Yandri mengatakan, pihaknya berkomitmen turut terlibat menangani berbagai persoalan di Nias Utara. Kemendes PDT akan menyiapkan program yang akan menyasar ke desa-desa di Nias Utara sebagai upaya untuk menyelesaikan persoalan.
Pihaknya juga mendukung agar Nias Utara menjadikan kelapa sebagai ikon kabupaten, yang mana kelapa sangat potensial di Nias Utara. Untuk itu, ia mendorong agar Nias Utara menjadi kabupaten eksportir kelapa atau memiliki pabrik pengolahan kelapa, sehingga ekonomi menggeliat.
“Pak Bupati ini terus berjuang karena memang kondisi dan situasi di Nias Utara statusnya masih kabupaten daerah tertinggal, artinya desa-desanya pun banyak yang masih tertinggal,” ujar Mendes Yandri.
“Kami di Kemendes PDT, ada beberapa program akan kami sampaikan atau kami salurkan ke Kabupaten Nias Utara dan pada saatnya nanti kami akan kunjungan langsung ke Nias Utara. Masyarakat Nias Utara harus semangat,” sambung Yandri. (hms/smr)





