Maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) Citilink Indonesia menggandeng PT Sarinah. Ikatan komitmen kerja sama dengan BUMN yang bergerak di bidang retail ini untuk mendukung pembangunan usaha kecil mandiri yang dinilai memberikan kontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur utama Citilink Juliandra Nurtjahjo mengatakan, Citilink menilai pentingnya keberlangsungan usaha kecil menengah (UKM) nasional. Karena itu, kata Juliandra, membangun kerja sama dengan Sarinah dinilai sangat tepat mengingat Sarinah adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang ritel dan distribusi.
“Citilink Indonesia berharap kerja samadengan PT Sarinah ini dapat meningkatkan daya saing kedua perusahaan serta memajukan usaha kecil menengah Indonesia untuk terus berkembang sehingga dapat bersaing dengan perusahaan besar di kancah internasional,” ujar Juliandra usai membubuhkan tanda tangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Dirut Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarto Yasa di gedung Sarinah, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/12).
Adapun kerja sama yang akan dilakukan seperti, pengangkutan kargo produk-produk UKM di bawah binaan PT Sarinah, begitu juga penjualan souvenir dengan ciri khas Indonesia di penerbangan Citilink Indonesia (sales on board), penyediaan barang souvenir khas Indonesia, penyediaan garmen, joint marketing, serta kerja sama dalam setiap kegiatan Corporate Social Resonsibility (CSR) kedua perusahaan.
Direktur Utama Sarinah Gust iNgurah Putu Sugiarta Yasa menambahkan, selain memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, Sarinah juga mempertimbangkan usaha kecil menengah yang dilakukan ini dapat menambah lapangan pekerjaan. “Sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia,”ujar Putu.
Sarinah dikenal sebagai Jendela Indonesia yang memberikan akses bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara untuk dapat mengetahui keragaman industri kreatif Indonesia yang semarak dari seluruh Nusantara.
Citilink sudah membuktikan keberhasilan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan dengan beragam penghargaan. Sepanjang 2017, Citilink meraih predikat Top IT Implementation Airlines Sector dari Kemenkominfo dan Transportation Safety Management Awards dari Kemenhub.
Citilink juga selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2011 selalu meraih predikat kategori “Indonesia Leading Low Cost Airlines” dari Indonesia Travel and Tourism Foundation.
Pada Februari 2018, Citilink Indonesia juga menerima akreditasi bintang empat dari badan pemeringkat industri aviasi dunia, Skytrax untuk kelas maskapai berbiaya murah (LCC).
Selain itu, Citilink Indonesia juga meraih pengakuan sebagai salah satu dari dua LCC terbaik di Asia berdasarkan penilaian Travellers Choice 2018 dari situs perjalanan tripadvisor.com pada April 2018, serta menyabet tiga penghargaan Revolusi Mental BUMN.
Tambah Rute Internasional
Mulai tahun depan maskapai pelat merah ini akan menambah rute penerbangan internasional. Beberapa rute yang akan ditambah, rute ke Kuala Lumpur dari Jakarta dan Surabaya serta rute dari Surabaya ke Jakarta. “Mudah mudahan dalam sebulan atau dua bulan selesai perizinannya. Jadi akan ada tiga rute Jakarta-Kuala Lumpur, Surabaya-Kuala Lumpur dan Jakarta atau Surabaya-Singapura,” kata Juliandra.
Rencananya, lanjut Juliandra, tahun depan Citilink akan berencana menambah tiga pesawat. Penambahan pesawat ini dimaksudkan untuk mengakomodir penambahan frekuensi penerbangan yang bakal didapat Citilink tahun depan.
Pada Maret 2018, Citilink juga sudah membuka rute Jakarta-Penang. Penerbangan rute ini mencatat kenaikan signifikan hingga 80%. “Penerbangan rute internasional Penang itu kita sudah 80% peningkatannya. Cukup bagus peluangnya. Makanya kemarin kita nambah rute Jakarta-Penang dan Surabaya-Penang,” ucapnya.
Untuk meningkatkan layanan penerbangan, terusnya, Citilink Indonesia juga akan melakukan pemasangan wifi di dalam pesawat. Langkah ini diambil untuk merebut pasar generasi milenial yang selalu haus teknologi di mana pun dan kapan pun berada.
“Kami memastikan pemasangan wifi di pesawat tidak akan menanggu operasional penerbangan pesawat. Itu sudah disertifikasi oleh regulator Indonesia, dan internasional FAA. Sudah dikaji dan dibuktikan aman ketika di atas (terbang),” pungkasnya. (lin)





