Klub Serie A Italia milik orang Indonesia, Como 1907, berhasil mencuri perhatian setelah menahan The Gunners Arsenal 1-1 dalam laga persahabatan pramusim di Emirates Stadium. Hasil itu kemudian berubah menjadi kemenangan Arsenal melalui adu penalti 4-3 di London bagi publik.
Semarak.co – Pertandingan pada hari Rabu malam waktu London, Inggris (12/8/2026), itu menjadi pertemuan bersejarah bagi kedua klub. Arsenal tampil sebagai tuan rumah, sedangkan Como membawa ambisi besar menjelang musim Eropa yang padat musim ini.
Gudang Senjata Arsenal membuka skor melalui Myles Lewis-Skelly pada menit ke-33. Pemain muda itu memanfaatkan kesalahan Jean Butez sebelum menuntaskan peluang dengan penyelesaian tenang di depan gawang Arsenal sendiri di Emirates itu.
Namun, keunggulan Arsenal hanya bertahan sepuluh menit. Dilansir Inilah.com dan AntaraNews.com (14/8/2026), Martin Baturina menyamakan kedudukan di menit ke-43 usai Como meningkatkan tekanan dan menemukan celah di pertahanan tuan rumah pada babak pertama.
Setelah turun minum, kedua tim gagal menambah gol. Arsenal lebih dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Como menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin hingga pertandingan berakhir tanpa gol tambahan di Emirates Stadium.
Adu penalti akhirnya menentukan pemenang. Arsenal sukses menang 4-3 setelah eksekusi Christos Tzolis menjadi penentu, sementara Como gagal memaksimalkan dua kesempatan dari titik putih pada laga persahabatan tersebut.
Bagi pelatih Cesc Fabregas, pertandingan tersebut memiliki makna emosional karena ia kembali ke Emirates sebagai pelatih. Namun, dilansir CGPT, mantan kapten The Gunners Arsenal itu memilih menempatkan timnya sebagai pusat perhatian di London saat ini.
Fabregas menilai dirinya bukan tokoh terpenting dalam pertandingan tersebut. Ia lebih ingin melihat para pemain muda Como tampil berani, memertahankan karakter, serta menikmati atmosfer stadion bersama penonton sepanjang pertandingan tersebut.
Menurut Fabregas, pengalaman menghadapi klub besar menjadi bagian penting perkembangan Como. Klub Italia itu sedang bersiap menjalani debut Liga Champions setelah perjalanan panjang dari kompetisi kasta bawah Eropa menuju panggung.
Como sengaja memilih Arsenal dan Liverpool sebagai lawan pramusim untuk memberikan pengalaman level tertinggi kepada skuad mudanya. Setelah menghadapi Arsenal, mereka dijadwalkan melawan Liverpool pada Minggu di Anfield nanti.
Perjalanan Como menjadi kisah menarik sepak bola Italia. Klub milik Hartono Bersaudara yang pengusaha rokok ternama Indonesia, itu bertransformasi sejak berada di Serie D hingga kini mencapai panggung Liga Champions, dengan Fabregas berperan penting dalam beberapa tahun terakhir. (net/ic/anc/cgpt/kim/smr)





