Album anyar boy band ENHYPEN mengukir rekor fantastis. Lebih dari 1,6 kopi sudah ludes terjual di Hanteo Chart. Itu adalah mini album ketujuh mereka ‘THE SIN: VANISH’ yang dirilis perdana pada 16 Januari 2026 lalu dan direrun awal Februari 2026 ini.
Semarak.co – Namun, ENGENE belum bisa bernapas lega karena grup besutan BELIFT LAB ini membawa konsep yang jauh lebih gelap, dewasa dan penuh teka-teki. Meski begitu, hanya dalam waktu 24 jam setelah perilisan, langsung mencetak angka penjualan fantastis lebih dari 1,6 juta kopi di Hanteo Chart.
Namun, di balik angka-angka tersebut, terdapat detail-detail produksi dan narasi yang membuat comeback kali ini terasa sangat istimewa. Mari kita bedah lebih dalam mengenai fakta-fakta menarik tentang comeback ENHYPEN THE SIN: VANISH!
1. Pembuka Era Baru ‘THE SIN’ Series
Sukses dengan seri “ORANGE BLOOD” dan “ROMANCE: UNTOLD”, ENHYPEN kini membuka babak baru yang dinamakan “THE SIN”. Jika sebelumnya kita melihat sisi romantis yang manis sekaligus obsesif, dalam “THE SIN: VANISH”, narasi beralih ke sisi yang lebih tragis: Pelarian (Escape).
Kisah di album ini berfokus sepasang kekasih — vampir dan manusia — yang melanggar tabu paling terlarang dalam dunia vampir. Mereka memilih untuk melarikan diri demi melindungi cinta, meski harus menghadapi konsekuensi menjadi buronan. Atmosfer “film noir” sangat terasa di sepanjang promo album ini.
2. Format Album yang Unik: Seperti Investigasi Kriminal
Salah satu fakta menarik tentang comeback ENHYPEN “THE SIN: VANISH” adalah strukturnya yang tidak biasa. Alih-alih hanya berisi lagu, album ini dirancang seperti sebuah program radio atau investigasi kriminal bertajuk “Mystery Show”.
Album “THE SIN: VANISH” besutan ENHYPEN ini terdiri dari 11 track, yang mencakup: 6 Lagu Orisinal: Menjadi inti emosional dari cerita. 4 Narasi: Disampaikan dalam empat bahasa (Korea, Inggris, Jepang dan Mandarin). 1 Skit: Memberikan Nuansa Sinematik yang Nyata.
Setiap track dalam album “THE SIN: VANISH” disusun mereka secara kronologis untuk menceritakan detik-detik pelarian sang vampir hingga emosi kompleks yang mereka rasakan di titik akhir perjalanannya mereka.
3. Kolaborasi Kelas atas: Dari Gaeko Hingga So!YoON!
ENHYPEN tidak main-main dalam urusan kualitas musikal. Untuk lagu utama (title track) berjudul “Knife”, mereka menggandeng legenda hip-hop Korea, Gaeko dari Dynamic Duo, untuk berpartisipasi dalam penulisan lirik.
Kehadiran hip hop Korea, Gaeko, mampu memberikan warna musik bergenre hip-hop yang lebih tajam dan raw pada lagu-lagu yang didominasi oleh trap beat dan strong synth. Tak hanya itu, track pembuka,”No Way Back” menampilkan So!YoON! dari band indie-rock SE SO NEON.
Kolaborasi dengan So!YoON! dari band indie rock nan apik dan menarik tersebut tentu saja memberikan sentuhan dreamy dan cinematic yang belum pernah didengar sebelumnya dalam diskografi ENHYPEN.
4. Keterlibatan Member yang Semakin Mendalam
Para member ENHYPEN terbukti tidak hanya jago nyanyi dan dance, tapi juga kian matang sebagai kreator. Jake tercatat salah satu penulis lirik dalam track “Sleep Tight”, lagu R&B yang emosional. Heeseung pun turut menyumbangkan pemikiran kreatif dalam penulisan lirik untuk lagu sama.
5. Teaser ‘Mystery Show’ yang Melibatkan Aktor Papan Atas
Untuk menghidupkan konsep investigasi, BELIFT LAB merekrut aktor-aktor ternama untuk mengisi suara narasi. Untuk versi Korea, suara berat dan karismatik dari aktor Park Jung Min memandu pendengar melalui Mystery Show. Demikian dirilis Cosmopolitan.co.id pada 17/12/25.
Sementara itu, untuk versi Jepang, aktor suara legendaris Kenjiro Tsuda (yang dikenal melalui berbagai anime populer) turut ambil bagian. Penggunaan narator profesional ini membuat pendengar seolah-olah sedang mendengarkan podcast true crime yang mencekam tentang hilangnya sepasang kekasih secara misterius.
6. Koreografi “Sabetan Pisau” yang Ikonik
Sesuai dengan judul lagu utamanya, “Knife”, koreografi kali ini menonjolkan gerakan tangan yang tajam dan presisi, membentuk siluet pisau atau silet. Gerakan ini melambangkan tekad bulat para member untuk “memutus” masa lalu dan melindungi apa yang berharga bagi mereka.
‘THE SIN: VANISH’ membuktikan bahwa ENHYPEN sebagai storytellers. Dengan menggabungkan elemen audio-visual, narasi multi-bahasa, dan eksplorasi genre dari hip-hop hingga R&B alternatif, comeback ini menjadi tonggak sejarah baru dalam karier mereka di tahun 2026.
Bagi Anda-anda yang belum mendengarkan, cobalah untuk mendengarkan album ini secara berurutan dari track 1 sampai 11. Kamu akan merasa seperti sedang menonton film thriller romantis hanya melalui telingamu. (net/cci/kim/smr)





