Salah satunya agenda Peringatan HPSN yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta bersama Ancol. Foto: humas Ancol

Sebagai Kawasan wisata terpadu dan terbesar di Indonesia, Taman Impian Jaya Ancol (Ancol) dikunjungi belasan juta pengunjung setiap tahunnya. Sejalan dengan itu, Ancol juga selalu berhadapan dengan dampak yang timbul yaitu sampah.

semarak.co -Sampah ini bisa berasal dari pemeliharaan taman seperti dedaunan dan ranting kering, serta bisa pula dari sisa konsumsi pengunjung. Sebagai bentuk dukungan pada kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh Jumat (21/2/2020), Ancol turut berpartisipasi dengan beberapa program.

Salah satunya dengan Peringatan HPSN yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Pada kegiatan yang diadakan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini, Ancol membagikan pupuk kompos hasil pengolahan Ancol Zero Waste (AZW) kepada peserta kegiatan.

Corporate Communications PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan, sedikitnya ada 250 pouch  atau sama dengan 62,5 kg pupuk kompos yang dibagikan Ancol kepada pihak-pihak terkait.

Sejalan dengan kepedulian terhadap sampah, lanjut Rika, Ancol juga telah menjalankan beberapa program inisiatif untuk mengurangi beban terhadap lingkungan. Sejak 2012, PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengelola telah menjalankan program pengolahan sampah secara mandiri yang diberi nama Ancol Zero Waste (AZW) atau zero waste.

Pada fasilitas dengan luas kurang lebih 5.000 m ini mampu, kutip Rika, mengolah sampah dengan rata-rata volume 10 mᶟ per hari. Dari total tersebut, zero waste mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan produksi rata-rata 800 kg per bulan.

“Kompos ini kemudian sebagian besar akan digunakan kembali untuk perawatan taman di area rekreasi dan property Ancol. Sebagian lagi dikemas dalam kantong kecil yang akan dibagikan ke pengunjung sebagai bentuk edukasi,” terang Rika dalam rilisnya Jumat (21/2/2020).

Sementara sampah anorganik seperti sampah plastik, akan dipilah sesuai dengan kelompoknya dan kemudian dirapihkan dengan cara dipadatkan. “Hasil padatan ini kemudian akan disalurkan ke bank sampah yang dikelola oleh Sudin Lingkungan Hidup Kota Jakarta Utara,” ujarnya.

Beberapa jenis plastik seperti botol minuman, kutip dia, oleh manajemen juga dijadikan sebagai karya dekorasi seperti yang ada di Sea World Ancol. Ancol juga telah menerapkan larangan kemasan makanan dari bahan Styrofoam sejak 2008 lalu.

Selain itu Ancol juga telah memulai untuk mengurangi sedotan plastik di semua restoran yang berada di bawah manajemen Ancol sejak tahun lalu. Ancol juga memiliki program pemilahan sampah bernama “AWESOME : Ancol Waste Sorting Movement”.

Program ini selain dilaksanakan di semua unit bisnis perusahaan, juga akan mengajak semua pengunjung Ancol Taman Impian agar dapat memulai memilah sampah di lingkungannya masing-masing. Inilah beberapa program kepedulian Ancol dalam upaya membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“Ancol terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang mengacu kepada prinsip pembangunan berkelanjutan dan juga ecotourism. Agar selalu ada alasan pengunjung untuk #kembalikeAncol,” tutupnya. (lin)

LEAVE A REPLY