PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 4.179.095 pelanggan sepanjang masa libur Natal dan Tarun Baru. Dari total tersebut, 3.432.968 pelanggan atau 75,12% melakukan pembelian tiket melalui Access by KAI.
Semarak.co – Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan, hal ini menegaskan peran Access by KAI sebagai kanal utama pilihan masyarakat dalam merencanakan perjalanan, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan digital KAI.
“Access by KAI untuk memudahkan pelanggan mengatur perjalanan secara mandiri, mulai dari pembelian, reschedule, hingga pembatalan tiket tanpa harus datang ke stasiun, sepanjang tiket terdaftar atas nama pribadi atau salah satu penumpang dalam kode booking,” ujar Anne, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Pewarta KAI Pusat, Rabu (7/1/2026).
Access by KAI juga menghadirkan ekosistem layanan digital terintegrasi. Melalui satu aplikasi, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan pendukung seperti pemesanan hotel, E-Porter, pembayaran listrik, hingga konektivitas antarmoda seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.
Access by KAI juga dilengkapi fitur Carbon Footprint serta pendaftaran face recognition boarding yang kini tersedia di 22 stasiun. Fitur ini memungkinkan proses boarding berlangsung lebih cepat, efisien, dan nyaman, terutama pada periode dengan volume perjalanan tinggi seperti Nataru.
Dari sisi layanan operasional, kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.
Tingkat keterisian yang melampaui kapasitas ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal yang memungkinkan naik dan turun pelanggan di sejumlah stasiun dalam satu perjalanan.
“Kami melihat digitalisasi tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan lebih tertib dan terukur. Inilah mengapa penguatan ekosistem digital terus kami dorong sebagai bagian dari transformasi layanan KAI,” jelas Anne.
KAI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan selama periode Nataru. Ke depan, KAI akan terus memperkuat layanan digital, memperluas integrasi antarmoda, serta meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
Layanan Kereta Api PSO Layani 1,1 Juta Pelanggan Selama Nataru 2025/2026
Melalui skema Public Service Obligation (PSO), pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjaga agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, nyaman, dan inklusif di tengah tingginya pergerakan akhir tahun.
Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, layanan kereta api PSO melayani 1.103.379 pelanggan, mencerminkan peran strategis kebijakan subsidi pemerintah dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Jumlah tersebut terdiri dari 676.149 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) PSO dan 427.230 pelanggan Kereta Api Lokal PSO, keduanya meningkat dibandingkan periode Nataru 2024/2025.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan merata.
“Melalui skema PSO, pemerintah melalui KAI hadir memastikan masyarakat tetap dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Nataru,” ujar Anne.
Secara keseluruhan, selama periode Nataru 2025/2026, KAI melayani 4.179.095 pelanggan, tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 3.730.584 pelanggan.
Dari total tersebut, layanan kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau setara 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Adapun kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.
Tingkat keterisian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal dengan karakteristik naik-turun penumpang di banyak stasiun.
Tingginya pergerakan masyarakat selama Nataru turut mendorong aktivitas wisata, silaturahmi keluarga, serta perputaran ekonomi di berbagai daerah. Kehadiran layanan kereta api yang terjangkau melalui PSO menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, serta usaha masyarakat di sekitar stasiun.
Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api tetap terjaga dengan baik. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, On Time Performance (OTP) kereta api penumpang mencatat ketepatan waktu keberangkatan 99,68 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 96,13 persen.
Ke depan, KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, untuk memastikan layanan kereta api PSO tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di berbagai daerah.
“Kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bagian dari kehadiran negara dalam menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi masyarakat. KAI berkomitmen menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tutup Anne. (hms/smr)





