Didampingi BRI, UMKM Kopi Asal Toraja Ini Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara

Keunikan ToRi Coffee tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada komitmen dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Berkat pendampingan berkelanjutan BRI, pengusaha UMKM asal Toraja, Sulawesi Selatan, ToRi Coffee sukses mengembangkan ekosistem bisnis kopi dari hulu ke hilir sekaligus memperkenalkan identitas budaya Toraja ke panggung internasional.

Semarak.co – Didirikan pasangan suami istri, Citra Wulandari dan Fredy Pairunan pada 2 Februari 2020, ToRi Coffee lahir usai mereka kembali ke kampung halaman guna membangun ToRi Coffee sebagai upaya melestarikan cita rasa dan kekayaan budaya khas Toraja.

Bacaan Lainnya

“Toraja dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia, hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengangkat karakter etnik Toraja di coffee shop kami, termasuk dalam filosofi brand hingga desain produk,” ujar Citra, dirilis humas melalui WAGroup BRI X jurnalis, Senin (30/6/2025).

ToRi Coffee  membawa misi sosial yang lebih dalam. Keunikan ToRi Coffee tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada komitmen dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Usaha yang dirintis oleh Citra Wulandari bersama sang suami kini telah mempekerjakan 21 karyawan, termasuk mahasiswa yang bekerja paruh waktu untuk mendapatkan pengalaman sekaligus penghasilan tambahan.

Tak hanya menciptakan lapangan kerja dan ruang pengembangan diri, Citra juga aktif mendampingi para petani kopi serta memberikan edukasi bagi anak-anak mereka sebagai bagian dari upaya regenerasi agar kopi Toraja tetap hidup lintas generasi.

Dengan tumbuh bersama masyarakat, bisnis ToRi Coffee pun perlahan berkembang. Saat ini, ToRi Coffee mampu memasarkan sekitar 275 kilogram roasted bean dan kopi bubuk setiap bulan.

Produk tersebut pun disalurkan ke berbagai toko oleh-oleh di kawasan pariwisata Toraja, didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia, bahkan dijual langsung kepada konsumen di luar negeri.

Di pasar internasional, produk ToRi Coffee telah menjangkau konsumen di Australia, Prancis, Jepang, dan Belanda, namun masih dalam skala terbatas. “Untuk luar negeri, biasanya pemesanan dilakukan untuk menu khusus di coffee shop atau konsumsi pribadi, dengan minimal pembelian lima kilogram dan continue,” jelas Citra.

Ia pun menuturkan bahwa peluang untuk berekspansi ke pasar global semakin terbuka lebar ketika ToRi Coffee meraih penghargaan Best Newcomer dalam ajang BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang diselenggarakan pada Januari 2025.

Kategori ini ditujukan bagi pelaku UMKM peserta BRI UMKM EXPO(RT) dikategorikan belum dan siap eskpor namun terpilih untuk mengikuti business matching sampai dengan mendapatkan potensial dealing dari buyer internasional selama business matching berlangsung.

Atas capaian tersebut, BRI merekomendasikan ToRi Coffee mewakili Indonesia dalam ajang FHA Food & Beverage 2025 di Singapura yang berlangsung pada 8–11 April 2025. “Saat mengikuti FHA, kami dihubungi oleh potential market dari Singapura yang tertarik untuk memasok beans Toraja ke coffee shop mereka,” paparnya.

Citra menegaskan bahwa rangkaian pameran bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang. Segalanya berawal ketika Citra dan suaminya memutuskan untuk mengembangkan usaha kopi mereka secara lebih serius dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Ke depan, Citra berharap ToRi Coffee dapat mengekspor kopi Toraja dalam skala besar, sembari terus memberdayakan masyarakat lokal dan memperkuat citra kopi Indonesia di mata dunia. “Kami ingin jadi role model UMKM berbasis lokal yang berdampak luas,” harap Citra.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan, BRI konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Pelaku UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi nasional.

“Kami meyakini bahwa dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan usahanya secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta dapat menembus pasar internasional,” tutup Hendy. (hms/smr)

Pos terkait