Karni Ilyas dalam tangkapan layar TVOne tayangan ILC pada episode bahas Covid-19.foto: internet

Meski terbata-bata saat berbicara, namun harus diakui Karni Ilyas, presenter Indonesia Lawyer Club (ILC) TVOne yang sudah ditutup paksa itu, sangatlah cerdas. Tatkala Buya Syafii Maarif dimintai opini terkait PKI, lantas mengatakan, “Saya sudah bosan bahas-bahas tentang PKI, Bosan! Tiap tahun bahas PKI.”

semarak.co-Padahal kasus PKI, lanjut Buya Syafii Maarif, sudah lama terkubur di masa lampau. “Ngapain dikorek-korek lag! Masih banyak permasalahan bangsa ini selain isu PKI, seperti ekonomi, kesenjangan kesejahteraan, dan lain-lain. Ayolah jangan hidup dengan kenangan di masa lalu yang kelam itu,” sindir Buya.

Ucapan Buya dikuatkan dengan perkataan Ilham Aidit, anak kandung DN Aidit yang juga hadir langsung di ILC yang jadi unggulan. “Kenapa harus diulang-ulang peringatan G30S? Hingga setiap memasuki bulan September, jantung saya berdetak lebih cepat,” imbuh Buya Syafii Maarif yang mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dan inilah jawaban cerdas Karni Ilyas saat itu, “Pak, Anda tahu? Di Jerman, setiap tahunnya memperingati kekejaman Nazi. Sama saja sebenarnya. Dan itu tidak salah. Demi mengenang sejarah.”

Penonton setia ILC atau netizen langsung menanggapi artikel yang menjadi pesan berantai di media sosial (medsos), terutama whatsapp (WA) Group. “Luar biasa jawaban Karni Ilyas di ILC September 2020 itu yang mengangkat topik PKI, Hantu atau Nyata,” tulis netizen sambil melanjutkan.

“Aku baru ngeh bahkan di Alquran 70% isinya adalah sejarah. Bila sejarah yang dikenang harus selalu sejarah baik. Kalau sejarah yang buruk mesti dibuang, dikubur, jangan boleh dituturkan ke anak cucu,” tulis member di salah satu WAGroup.

Seperti dikutip portal-islam.id, ditambahkan, “Ngapain Allah sampai mengabadikan peristiwa penyerangan pasukan gajah, pimpinan Abrahah terhadap Kabah dalam surat Al-Fil? Atau kekejaman Namrud saat hendak membakar Nabi Ibrahim dalam surat Al-Anbiya?”

Sejarah kelam bukan untuk dihapus. Tapi untuk dijadikan pelajaran agar tak berulang. Dan agar tak berulang itulah, setiap tahun mesti dituturkan ulang, kalau ada video diputar ulang. Sama seperti kekejaman PKI, tak ada salahnya nonton film-nya.

Dengan begitu, anak-anak muda jadi tau kalau nanti ada gelagat PK! mau bangkit lagi, mereka jadi waspada dan mengantisipasi. “Sampai kapan kita gini terus, gak mau bermaaf-maafan?”

Sebenarnya simpel sih, ikuti aja pepatah populer ini, “Forgiven but not Forgotten. Maaf oke, melupakan tidak!” Karena itulah inti sejarah! (smr)

 

sumber: portal-islam.id di WAGroup “NIAT IBADAH SAJA” (postKamis30/9/2021/masud)