PT Bank Tabungan Negara (BTN) memilih menjadi koordinator program BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) dalam rangkaian Hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI. HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini kembali menjadi moment penting bagi BUMN dalam memberikan komitmen dalam pengembangan daerah.
Seluruh BUMN turun ke daerah sebagai komitmen secara bersama-sama hadir dan membangun daerah. Setidaknya inilah moment dimana para pemimpin BUMN itu berkunjung ke daerah dengan visi yang sama membawa program BHUN yang membawa manfaat bagi daerah.
Direktur utama BTN Maryono mengatakan, ini merupakan program Kementrian BUMN yang kelima setelah 2015 penyelenggaraan yang sama berhasil dilakukan.Peran nyata BUMN di daerah mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat.
“Program ini sekaligus merupakan sinergi seluruh BUMN dalam menunjukkan komitmennya ikut serta dalam mengembangkan daerah,” ujar Maryono usai melakukan kegiatan BHUN di Bengkulu, Sabtu (17/8/2019) seperti dirilis Humas BTN Minggu (18/8/2019).
Sekali lagi, kata Maryono, BTN dengan bangga hati menerima penugasan untuk terjun di daerah pada saat moment HUT Kemerdekaan RI dalam program BHUN. “Karena itu dalam setiap moment kami ingin membuat sesuatu yang diingat bahwa kita BUMN pernah hadir di sana,” imbuhnya.
Dan ini sangat membanggakan bagi pelaku bisnis di BUMN yang ada di daerah bersama masyarakat. “Ini adalah moment penting dan strategis untuk bagaimana kami hadir langsung di daerah dan memberikan kontribusi bersama seluruh BUMN yang ada di wilayah Bengkulu untuk membangun sekaligus memajukan Bengkulu,” katanya.
Adapun kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di wilayah Bengkulu yang dikoordinir Bank BTN, antara lain Sekolah Mengenal Nusantara (SMN), pembacaan puisi kemerdekaan, upacara bendera, jalan sehat dan pasar murah.
Namun hal yang paling menarik adalah dibangunnya monumen sejarah berupa patung Fatmawati yang dibangun bertepatan dengan HUT ke74 RI di wilayah tersebut. Monumen itu dibangun pasti bukan tanpa sebab. Seperti diketahui Bengkulu menjadi salah satu tempat pengasingan Presiden Soekarno pada saat itu.
Sementara Fatmawati yang dikenal sebagai pahlawan penjahit bendera pusaka merah putih adalah putri daerah. Fatmawati lahir di kota Bengkulu. Ini merupakan moment yang tepat saya kira ketika kita melaksanakan program BUMN Hadir Untuk Negeri pada saat HUT RI di Bengkulu.
Refleksi nilai kebangsaan untuk bagaimana masyarakat setidaknya di kota ini dapat mengenang jasa pahlawan. Ibu Fatmawati adalah pahlawan yang karena jasanya bendera pusaka merah putih itu ada. “Itulah mengapa jadilah kami membangun monumen Fatmawati di Bengkulu, kata Maryono usai melakukan peletakan batu pertama patung tersebut di Bengkulu.
Peletakan batu pertama patung Fatmawati tersebut menjadi momen juga bagi warga setempat untuk menjadi saksi. Tak kurang dari 10 ribu masyarakat Bengkulu ikut bergabung dalam prosesi peletakan batu yang dilaksanakan di simpang lima Bengkulu. Tampak antusiasme warga karena Gubernur Bengkulu dan para pejabat daerah juga ikut bergabung dalam acara tersebut.
Kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di wilayah Bengkulu ditutup dengan acara gerak jalan sehat dan pasar murah BUMN. Sekitar 5.000 masyarakat di wilayah Bengkulu bergabung dalam acara jalan sehat tersebut.
Masyarakat kurang mampu diberikan kesempatan untuk mendapatkan paket sembako seharga Rp25.000,- jauh lebih murah dari harga di pasar Rp100.000,-. Setidaknya telah disiapkan 4.000 paket sembako pada acara pasar murah BUMN tersebut.
Adapun paket sembako itu antara lain berisi gula, beras, minyak, indomie dan kopi. Hasil penjulan sembako murah dikembalikan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan guna membangun rumah ibadah di Bengkulu.
Ini adalah bagian bagaimana kami dapat membantu mereka yang sedang dalam posisi tidak beruntung. Melalui paket sembako murah BUMN tersebut kami ingin berbagi semoga mereka dapat menerimanya dengan senang hati. “Hasil penjualannya kami kembalikan untuk mereka dapat membangun rumah ibadah,” tutupnya. (lin)





