Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo dalam acara webinar. Foto: humas BSI

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi untuk memperkuat literasi keuangan syariah. Salah satunya dengan menggelar webinar untuk mahasiswa, akademisi, dan masyarakat luas yang diikuti lebih dari 1000 peserta, pada Sabtu (19/6/2021).

semarak.co-Kegiatan literasi bertajuk Langkah Terarah Perbankan Syariah itu didukung KNEKS, Shafiec UNU Yogyakarta, Mardliyah Islamic Center UGM serta Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.

Adapun narasumber yang hadir pada webinar tersebut, antara lain Rektor Universitas Gadjah Mada Panut Mulyono, Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Eko Suwardi, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat dan Dosen Fakultas Hukum UGM Khotibul Umam.

Wakil Direktur Utama 2 BSI Abdullah Firman Wibowo menerangkan, populasi Indonesia saat ini mayoritas adalah kaum milenial yang dekat dengan digital. Untuk itu, sistem keuangan syariah juga akan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjangkau dan memudahkan kaum milenial.

“Kami optimistis, segala tantangan yang dihadapi perbankan syariah di Indonesia dapat di atasi melalui kolaborasi dengan para pakar, memanfaatkan teknologi dan berbagai langkah yang terarah sehingga kedepan, perbankan syariah mampu menempati papan atas di percaturan perbankan di Indonesia,” kata Firman pada webinar itu.

Seperti dirilis humas BSI melalui WAGroup BSI Media, pada Minggu (20/6/2021), Firman mengatakan, melalui langkah itu Indonesia juga diharapkan dapat menjadi rujukan perbankan syariah di dunia dengan keunggulan jumlah penduduk muslim terbesar.

Rektor UGM Panut Mulyono berharap, semoga acara ini dapat memberikan informasi bagaimana prospek perbankan syariah di Indonesia, tantangan yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya sehingga perbankan syariah dapat tumbuh dengan baik memenuhi harapan yang besar dari masyarakat muslim dan masyarakat secara umum.

“Universitas Gadjah Mada mendukung penuh terhadap upaya edukasi dan sosialisasi keuangan syariah yang saat muncul dan tumbuh dengan sangat baik. Terlihat dengan munculnya program studi, pusat studi dan komunitas forum diskusi yang terkait dengan keuangan Syariah,” imbuh Putut dalam sambutan secara virtual.

Mardliyah Islamic Center UGM saat ini memiliki kepedulian terhadap bisnis, keuangan dan enterprenuer yang berasaskan syariah dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga di luar UGM seperti BSI, OJK dan KNEKS. “Harapannya BSI dapat menjadi role model,” terang dia.

Kemudian, lanjutnya, bisa memberikan pengayoman kepada bank-bank kecil terutama di daerah seperti BPD Syariah, BPRS. Selain itu, dalam menjalankan perbankan sayariah saat ini perlu mengembangkan teknologi yang berhubungan dengan big data, algoritma dan artificial intelegence dalam menjadi bank syariah yang mampu memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat.

Beberapa hal yang menjadi kesimpulan dalam materi yang disampaikan narasumber adalah pertama, penyatuan kepemilikan bank syariah merupakan salah satu alternatif menjalankan amanah undang-undang.

Kedua, sambung dia, bahwa pengalaman merger tiga bank syariah ternyata mampu menggabungkan potensi terbaik masing-masing bank syariah sehingga menjadi kekuatan yang luar biasa.

Ketiga, merger bank syariah merupakan sebuah langkah untuk menjadikan bank syariah yang efisiensi berdaya saing dan sustainable. Literasi keuangan syariah diharapkan dapat terus meningkat sehingga berdampak pada transaksi keuangan syariah yang lebih masif. (smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here