Klub Inggris, Brighton & Hove Albion tampil meyakinkan setelah menghancurkan klub Italia, AS Roma dengan skor telak 3-0 dalam pertandingan persahabatan pramusim di American Express Stadium, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Semarak.co – Kemenangan meyakinkan itu menjadi modal penting bagi Brighton sebelum menghadapi musim baru Premier League 2026/2027. Sebaliknya, kekalahan telak membuat Roma harus mengevaluasi penampilan mereka sebelum kompetisi resmi dimulai.
Pertandingan berjalan cukup kompetitif pada awal laga. AS Roma berusaha membangun serangan melalui kombinasi pemain depan dan lini tengah, akan tetapi Brighton mampu menjaga organisasi pertahanan dengan baik.
Brighton kemudian semakin percaya diri dan mulai menemukan ruang di pertahanan Roma. Permainan cepat serta tekanan dari lini depan membuat para pemain Roma kesulitan mengembangkan permainan secara konsisten.
Georginio Rutter menjadi salah satu pemain Brighton yang tampil sangat menonjol. Pergerakannya yang lincah dan impresif di lini depan memberikan ancaman serius dan membuat pertahanan Roma beberapa kali berada dalam tekanan.
Tak cuma dia. Yasin Ayari juga tampil sangat impresif. Gelandang Brighton tersebut mencetak dua gol dan menjadi salah satu aktor utama kemenangan besar tim tuan rumah. Ia dinilai mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik.
Brighton & Hove Albion akhirnya berhasil menciptakan situasi berbeda, dengan mulai meraih keunggulan melalui kombinasi serangan yang efektif. Setelah unggul, tim asal Inggris itu semakin nyaman mengendalikan jalannya pertandingan.
Roma mencoba memberikan respons dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, sejumlah peluang yang dibangun tidak mampu menghasilkan gol sebiji pun. Brighton justru tetap berbahaya ketika melakukan serangan balik.
Memasuki babak kedua, Brighton & Hove Albion kembali menunjukkan agresivitasnya yang tinggi seperti sejak awal dimulainya laga. Tekanan tinggi yang dilakukan tuan rumah membuat Roma kesulitan keluar dari daerah pertahanan sendiri.
Dua gol atau brace Ayari semakin memerlihatkan bahwa efektivitas Brighton dalam memanfaatkan peluang, nyata adanya. Penampilan gemilang klub papan tengah Liga Inggris menjadi salah satu catatan positif terbesar bagi Brighton dalam pertandingan pramusim ini.
Roma akhirnya harus menyerah dan menerima kekalahan telak 0-3. Pelatih Gian Piero Gasperini mengakui bahwa timnya tampil buruk dalam pertandingan tersebut dan menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang harus segera diperbaiki.
Gasperini juga menyoroti kondisi beberapa pemain yang baru kembali setelah menjalani Piala Dunia 2026. Menurutnya, sejumlah pemain membutuhkan waktu untuk kembali mendapatkan kondisi serta ritme permainan terbaik.
Meski demikian, hasil pertandingan pramusim tidak sepenuhnya menjadi ukuran kekuatan sebuah tim menghadapi kompetisi resmi. Klub biasanya menggunakan laga seperti ini untuk menguji strategi, kondisi fisik serta komposisi pemain.
Bagi Brighton, seperti dilansir ESPN, Football Italia dan Sky Sports (9/8/2026), kemenangan atas klub kuat Italia memberikan kepercayaan diri tambahan jelang dimulainya Premier League 2026/2027. Kompetisi kasta tertinggi Inggris itu dijadwalkan dimulai pada 21 Agustus 2026.
Sementara bagi Roma, kekalahan ini menjadi peringatan bahwa masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Gasperini memiliki waktu untuk memerbaiki koordinasi antarlini dan meningkatkan ketajaman tim sebelum pertandingan kompetitif dimulai.
Pertemuan Brighton dan Roma juga menarik perhatian karena kedua klub memiliki target berbeda pada musim baru. Brighton ingin tampil kompetitif di Inggris, sedangkan Roma berharap mampu bersaing di level teratas sepak bola Italia dan Eropa.
Dengan kemenangan 3-0 tersebut, Brighton menutup pertandingan dengan banyak sisi yang sangat positif. Performa Ayari, efektivitas serangan serta solidnya organisasi permainan klub papan tengah Premier League Inggris itu makin PD menjalani kompetisi panjang nanti. (net/espn/si/ss/kim/smr)





