BRI Ventures Berikan Harapan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global dan Iklim Investasi Startup Melalui Dana Venturanya

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja memberi sambutan dalam pembukaan BVI Summit yang diselenggarakan BRI Ventures di 2022 di Jakarta, Selasa (20/9/2022). Foto: humas BRI

BRI Ventures kembali menyelenggarakan BVI Summitdi 2022 di Jakarta, Selasa (20/9/2022). Acara dibuka CEO BRI Ventures Nicko Widjaja yang dihadiri undangan terdiri dari berbagai kalangan Mulai Investor Lokal, Global, Startup founder, praktisi Pasar Modal, Perwakilan BUMN, BRI group serta regulator dan asosiasi.

semarak.co-Secara garis besar, BVI Summit bertujuan memperkenalkan dan memberikan update terkini terkait kondisi pasar saat ini. Baik secara macro perspective maupun investment landscape. Pada acara ini juga, BRI Ventures memperkenalkan beberapa dana kelolaan terbarunya yang sudah launching dan akan launching tahun ini dan mendatang.

Summit ini diisi dengan pemaparan dari para expert di bidang venture capital, Pihak regulator dan pengamat ekonomi serta membahas mengenai potensi market Indonesia dalam menghadapi persaingan di tengah kemajuan industri venture capital dan startup.

Dalam sambutannya Nicko Widjaja mengatakan, BRI Ventures akan terus mendukung para startup di Indonesia dengan mengajak investor lokal dan yang lainnya yang tergabung di dalam Dana Ventura Sembrani Nusantara juga terus membangun industri modal ventura di tanah air.

Sesi pertama bertajuk Synergy and Collaboration dibuka dengan pemaparan Markus Liman Rahardja, CIO BRI Ventures. Markus memaparkan bahwa di tengah kondisi seperti sekarang ini, potensi investasi di sektor early stage justru mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan growth to late stage,

“Terlihat dari dua dana ventura milik BRI Ventures yang berhasil mengumpulkan investor-investor baik lokal maupun luar negeri untuk berpartisipasi,” papar Markus dirilis humas BRI usai acara melalui WAGroup BRI X Jurnalis, Selasa (20/9/2022).

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK Bambang W. Budiawan memaparkan industri modal ventura di Indonesia telah berkembang signifikan. Salah satunya didorong inovasi dari BRI Ventures melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara yang merupakan dana ventura pertama di Indonesia sekaligus menjadi pioneer dan cikal bakal dari produk dana ventura berbasis di Indonesia.

Beliau mengambil contoh Dana Ventura Merah Putih yang baru saja dirilis oleh lima CVCs BUMN merupakan iterasi dari Dana Ventura Sembrani Nusantara yang dirilis pada tahun 2020. Saat ini, 90% portfolio Dana Ventura di indonesia merupakan portoflio yang dimiliki oleh Dana Ventura Sembrani Nusantara, terang bapak Bambang W. Budiawan.

Di sesi selanjutnya Co-Founder & CCO Fundnel Benjamin Twoon di Singapura memberikan pandangan mengenai pasar secondaries market startup saat ini, yang juga sekaligus mengungkapan inisiatif BRI Ventures untuk bekerja sama dengan Fundnel membentuk secondary fund yang nantinya akan bertujuan untuk memperluas investasi BRI Ventures bagi startup lokal dan juga Asia Tenggara.

Summit ini juga diisi Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas Telisa Falianty, CIO Indonesia Investment Authority Stefanus Ade Hadiwidjaja, serta CTO dari BRI Group Arga Nugraha. Selain itu Co Founder Standard Alpha Steven Suhadi juga memaparkan potensi market blockchain Global dan Indonesia.

Dalam kesempatan ini Steven juga mengumumkan inisiatif dari Standard Alpha dan BRI Ventures untuk berkolaborasi membentuk inisiatif strategis yang berfokus kepada infrastruktur blockchain.

Melalui BRI Ventures Investor Summit yang telah dilaksanakan kedua kali ini, CEO BRI Ventures Nicko Widjaja berharap ekosistem digital di Indonesia dapat terus bertumbuh dan melalui event Summit ini dapat mendorong semakin banyak investor lokal untuk mendukung ekosistem startup serta perkembangan dana ventura Indonesia. (smr)