BNI Syariah menggelar webinar UMKM Outlook di Era New Normal dengan pemateri Pemimpin Divisi Bisnis Mikro BNI Syariah Jon Sujani Pasaribu dan Ketua Pengurus Serikat Ekonomi Pesantren (Yayasan Simpul Energi Pesantren) Ahmad Tazakka Bonanza. Foto: humas BNI Syariah

BNI Syariah jalin sinergi untuk pengembangan ekonomi pesantren dengan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) atau Yayasan Simpul Energi Pesantren berupa penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kemudian dilanjutkan penandatangan perjanjian kerjasama (PKS) antara BNI Syariah dengan SEP atau Yayasan Simpul Energi Pesantren.

semarak.co– MoU terkait pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah dan pemberian pembiayaan warung mikro di lingkungan SEP.

MoU dilengkapi PKS terkait penyediaan fasilitas pembiayaan modal kerja usaha mikro atau pembiayaan KUR serta pembiayaan kecil lainnya. PKS ini juga mengatur rekomendasi anggota SEP yang layak diberikan fasilitas pembiayaan BNI Syariah.

Hadir dalam acara ini Ketua Pengurus Serikat Ekonomi Pesantren (Yayasan Simpul Energi Pesantren), Ahmad Tazakka Bonanza dan Ketua Pembina Serikat Ekonomi Pesantren/Yayasan Simpul Energi Pesantren Adang Nurdin.

Turut hadir Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi, Pemimpin Divisi Bisnis Mikro BNI Syariah Jon Sujani Pasaribu, Regional Head Wilayah Barat BNI Syariah Dade Dermawan, dan Pemimpin Cabang BNI Syariah Tasikmalaya Roby Suhantha Hasibuan.

BACA JUGA :  PTPN XI dan Peruri Sinergi Pemenuhan Kebutuhan Modal Petani Tebu Masa Tanam 2018/2019

Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan, sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal diantaranya melalui pemberdayaan ekonomi pesantren.

“Merupakan suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan Serikat Ekonomi Pesantren / Yayasan Simpul Energi Pesantren yang memiliki 1.074 anggota pesantren,” kata Iwan Abdi dalam rilis Humas BNI Syariah, Minggu (4/10/2020).

Melalui penandatangan akad ini BNI Syariah akan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp180 juta kepada 5 nasabah mikro. Ke depannya Iwan Abdi berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat mensejahterakan umat dan meningkatkan perekonomian rakyat.

Ketua Pengurus SEP/Yayasan Simpul Energi Pesantren Ahmad Tazakka Bonanza menjelaskan SEP merupakan serikat yang dibentuk dalam rangka meningkatkan perekonomian, kesejahteraan, dan kemandirian pesantren.

“Hal ini sepatutnya didukung oleh lembaga keuangan syariah, termasuk BNI Syariah. Semoga bisa menggerakkan ekonomi dan jejaring pemasaran dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi,” harap Ahmad Tazakka dalam rilis Humas BNI Syariah ini.

Salah satu pendorong penggerak ekonomi pesantren menurut Ahmad Tazakka Bonanza, adanya Warung Keluarga Serikat Ekonomi Pesantren yang tersebar banyak pesantren di Jawa Barat,” harapnya.

BACA JUGA :  Gandeng BPJamsostek, BAZNAS Ajak Masyarakat Bantu Relawan Covid-19

Pada kesempatan ini, BNI Syariah juga menggelar webinar UMKM Outlook di Era New Normal dengan pemateri Pemimpin Divisi Bisnis Mikro BNI Syariah, Jon Sujani Pasaribu dan Ketua Pengurus Serikat Ekonomi Pesantren (Yayasan Simpul Energi Pesantren), Ahmad Tazakka Bonanza.

BNI Syariah ingin memberikan edukasi kepada masyarakat perihal keuangan syariah dan program pembiayaan UMKM BNI Syariah,  sehingga dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah perekonomian UMKM dalam ruang lingkup pesantren.

Hingga Juli tahun 2020, ada 1.020 pondok pesantren yang telah bekerjasama dengan BNI Syariah tersebar di 24 provinsi diseluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 747 pondok pesantren telah mendapatkan fasilitas produk BNI Syariah melalui 65 cabang BNI Syariah di seluruh Indonesia.

Kerjasama BNI Syariah dengan Pondok Pesantren telah menghasilkan portofolio dana kelolaan sebesar Rp174 miliar. Sampai triwulan II tahun 2020, BNI Syariah mencatatkan realisasi pembiayaan mikro sebesar Rp1,53 triliun dengan jumlah nasabah sebanyak 12.254 nasabah.

Pada tahun ini BNI Syariah juga telah resmi ditunjuk oleh Pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui produk BNI KUR iB Hasanah dengan margin efektif 6% per tahun.

BACA JUGA :  Dukungan BUMN Terhadap Pelaku Usaha Milenial Agar Jadi Role Model Transformasi UMKM Digital

Dengan produk BNI KUR iB Hasanah, BNI Syariah berharap dapat memperluas akses pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah kepada usaha produktif meningkatkan kapasitas daya saing UMKM dan penyerapan tenaga kerja, serta memaksimalkan bisnis pembiayaan mikro BNI Syariah.

Dalam memasarkan produk BNI KUR iB Hasanah, BNI Syariah memiliki program Awal Kebaikan KUR (AKUR Hasanah). Periode program AKUR Hasanah berlangsung sejak bulan September sampai 1 Desember 2020.

BNI Syariah menyediakan hadiah menarik bagi pengusaha terbaik yang mengikuti program AKUR, diantaranya 10 tabungan haji, 25 sepeda lipat, dan 100 cashback tabungan. (smr)

LEAVE A REPLY