Bertemu Plt Bupati Kuansing, Wamentrans Viva Yoga Usulkan Pembukaan Kawasan Baru Transmigrasi

Plt Bupati Kuansing  Muklisin saat beraudensi dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 21/7/2026.

Sebagai kabupaten yang memilki acara yang mendunia, pacu jalur, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), masih memiliki banyak kendala pembangunan, satu di antaranya adalah infrastruktur jalan. Dari ruas jalan sepanjang 1.588,906 km, 36,84% perlu mendapat perhatian.

Semarak.co – Keluhan tersebut disampaikan Plt Bupati Kuansing  Muklisin saat beraudensi dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 21/7/2026.

Bacaan Lainnya

“Jalan yang belum diaspal bila hujan hancur, bila panas berdebu”, ujar Muklisin. “Untuk itu perlunya dukungan dan bantuan dari Kementrans,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Kamis malam (23/7/2026).

Viva Yoga menerima dengan terbuka kehadiran Muklisin dan beberapa kepala dinas dari kabupaten itu. Di katakan dari 154 kawasan transmigrasi, di Provinsi Riau hanya ada di Kabupaten Bengkalis.

“Kawasan transmigrasi itu ada di Pulau Rupat”, ujarnya. Diakui Kuansing ada kawasan transmigrasi di Simandolak, Teluk Kuantan, Taluk Kuantan, Lipat Kain, dan Singingi. “Total ada di 27 satuan pemukiman dan total ada 12.301 kepala keluarga”, ujarnya.

Transmigrasi yang dilakukan pada tahun 1980-an itu telah mampu menciptakan kawasan pertumbuhan baru dan transmigran serta anak dan cucunya telah menekuni berbagai profesi dan pekerjaan. “Pak Bupati Muklisin ini juga merupakan anak transmigran”, ungkap Viva Yoga.

Sebab sudah berkembang maka kawasan transmigrasi yang ada di kabupaten ini statusnya di-SP Serah atau Eks. Dengan status ini maka kewenangannya bukan lagi di Kementrans sehingga kementerian ini tidak bisa membantu penganggaran melalui APBN secara langsung.

“Meski demikian secara historis Kementrans masih memiliki tanggung jawab”, ucapnya. Viva Yoga mengatakan, keluhan soal jalan akan disampaikan dan direkomendasikan kepada kementerian terkait, Kementerian Pekerjaan Umum (PU). “Apa yang disampaikan dalam pertemuan ini akan direkomendasikan ke Kemen-PU,” tegasnya.

Kementrans dalam membangun kawasan transmigrasi disebut kerap bersinergi dengan kementerian lain, seperti dalam membangun infrastruktur fisik akan bekerja sama dengan Kemen-PU. Hal demikian berbeda dengan pada masa Orde Baru.

Pada masa itu semua yang ada di kawasan transmigrasi, mulai dari soal jalan, kebutuhan pertanian, peternakan, bendungan, dan hal-hal lain yang terkait pembangunan fisik dan mental manusia, semua dibangun sendiri oleh Kementrans.

Viva Yoga menyarankan bila ingin mendapat bantuan secara langsung dari Kementrans, pemerintah kabupaten Kuansing diharapkan mengajukan proposal kawasan baru transmigrasi. Hal demikian menurutnya banyak dilakukan oleh para bupati. Mengajukan kawasan baru transmigrasi diakui oleh banyak pihak sebagai solusi pembangunan di daerah.

Wamen Viva Yoga Dukung Kawasan Transmigrasi Gorontalo Sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kehadiran pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo ke Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 23/7/2026, disambut hangat oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi.

Kedatangan para wakil rakyat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M T Mopili untuk menyampaikan aspirasi rakyat yang berada di sana. Sebagai wakil rakyat yang berasal dari dapil di berbagai kabupaten seperti Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, Bone Bolango, dan Pohuwato, di sana ada kawasan-kawasan transmigrasi.

Disampaikan di kawasan-kawasan transmigrasi banyak potensi pertanian unggulan yang bisa ditingkatkan hasil panen dan produksinya namun diakui ada berbagai kendala yang membuat harapan itu menjadi sulit terwujud.

Masalah infrastruktur jalan, jembatan, dan kebutuhan air bersih yang belum layak bahkan belum ada menjadi penghambat pengembangan kawasan transmigrasi. Di samping itu ada sekolah yang perlu direhabilitasi karena bangunan yang ada sangat mengkhawatirkan keberadaannya.

“Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, rehabilitas sekolah, dan pembuatan penyediaan air baku merupakan aspirasi dari masyarakat yang Kami bawa ke Jakarta”, ujar Idrus M T Mopili.

Para wakil rakyat itu mengakui kawasan transmigrasi mempunyai peran penting dalam proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo sehingga perlu mendapat perhatian lebih.

Viva Yoga terbuka menerima aspirasi yang disuarakan oleh para wakil rakyat dari berbagai partai itu. “Beberapa bulan yang lalu, Saya melakukan kunjungan kerja di kawasan transmigrasi yang ada di Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara,” ujarnya.

Di Kawasan Transmigrasi Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Viva Yoga meresmikan pembangunan dan rehabilitasi toilet sekolah SDN 10 Pulubala. Sedang saat berada di Kawasan Transmigrasi Sumalata yang berada di Gorontalo Utara, selain meresmikan pembangunan dan rehabilitasi toilet dan keburuhan air bersih di SDN 14 Sumalata.

Selain di dua kabupaten itu, masih ada kawasan transmigrasi yang berada di Boalemo, Pohuwato, dan Bone Bolango. “Nanti Saya melakukan kunjungan kerja lagi ke Gorontalo”, ujar Viva Yoga.

Ungkapan demikian langsung disambut dengan gembira oleh para wakil rakyat dari provinsi yang berada di antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah itu. “Di provinsi ini banyak memiliki kawasan transmigrasi bahkan ada yang ex kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Terkait pembangunan infrastruktur, Kementrans sudah memiliki rencana untuk melakukan rehab dan peningkatan jalan, saluran air, dan fasilitas umum. “Program peningkatan infrastruktur fisik ini ada di kawasan transmigrasi yang ada di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Boalemo, dan Pohiuwato”, ujarnya. Nilai dari peningkatan infrastruktur mencapai Rp1.3 miliar.

Selain program peningkatan infrastruktur fisik, Kementrans saat ini juga tengah gencar merealisasikan Trans Tuntas. Program ini berupa menyelesaikan konflik pertanahan dan sertipikat SHM di lahan milik transmigran. “Di  Gorontalo dari target 7.177 bidang lahan, sudah disertipikati menjadi SHM sebanyak 3.291 bidang”, ungkapnya.

Diakui tidak semua aspirasi dari DPRD Provinsi Gorontalo bisa dieksekusi oleh Kementrans. Untuk mengatasi berbagai permasalahan di kawasan transmigrasi, Viva Yoga mengatakan kementerian ini bersinergi dengan kementerian terkait.

Dalam rehabilitasi sekolah, Kementrans telah melakukan MoU dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Sekolah-sekolah di kawasan transmigrasi yang tidak layak akan Kita benahi bersama dengan Kemendikdasmen,” ujarnya.

Lebih lanjut Viva Yoga mengatakan banyak program dari kementerian lain yang bisa disinergikan dengan Kementrans di kawasan transmigrasi. Dikatakan dirinya beberapa waktu lalu mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Kita akan bersinergi untuk membangun kampung nelayan dan budidaya ikan darat di kawasan transmigrasi”, ungkapnya. Program seperti ini bisa dilakukan di kawasan transmigrasi yang ada di Provinsi Gorontalo. (hms/smr)

Pos terkait