Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin, CEO Rietzstar Basuki Kusuma, dan Wakil Direktur Utama 1 PT Bank Syariah Indonesia Ngatari. Foto: humas Sucofindo

Sinergi PT Sucofindo dan PT Asinusa Berkah Utama (Rietzstar) bersama Indonesian Chef Association (ICA) guna mendorong dan mendukung Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui pelaksanakan pelatihan dan kurasi pada 25 UMK di Graha International Finance Centre (IFC), Jakarta, Senin (24/5/2021).

semarak.co-Dalam pelaksanaan pelatihan dan kurasi ini penyerahan sertifikat secara simbolik kepada 25 UMK diberikan oleh Kepala Unit PKBL Sucofindo Nuri Hidayat dan CEO Rietzstar Basuki Widjaya Kusuma.

Bantuan yang diberikan Sucofindo pada program pelatihan dan kurasi yang bekerja sama Rietzstar selaras dengan keinginan pemerintah agar UMK naik kelas. Karena itu, dalam hal ini Sucofindo memberdayakan para UMK agar dapat berhasil membangun usahanya juga sebagai upaya pengembangan UMK yang dilatih secara professional oleh ICA.

Kepala Unit PKBL Sucofindo Nuri Hidayat memaparkan, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan Sucofindo dalam upaya memajukan UMK di Indonesia yang merupakan salah satu kontribusi perusahaan BUMN untuk meningkatkan perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan UKM yang berdaya saing.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Sucofindo sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah masa pandemi wabah Covid-19,” ujar Nuri selepas acara seperti rilis humas Sucofindo, Minggu (30/5/2021) by email semarak.redaksi@gmail.com

Kegiatan ini pun, sambung Nuri, sejalan dengan komitmen kami dalam upaya mendukung UMKM sebagai solusi ekonomi kreatif di Era Pandemi Covid-19. Pelatihan dan Special Culinary Review Session Sucofindo atau kurasi ini bertujuan untuk memberikan penilaian /rating terhadap kualitas rasa, kemasan dan penampilan produk.

“Penilaian terhadap aspek-aspek tersebut dinilai oleh para Chef profesional yang tergabung dalam Indonesian Chef Association sehingga memiliki standar dan akurasi yang tinggi,” papar Nuri.

BACA JUGA :  Bank BSI Catat Laba Rp742 Miliar, Atau Naik 12,85% di Triwulan I-2021

Selanjutnya, dari penilaian ini akan diberikan rekomendasi kepada para UMK untuk dapat meningkatkan kualitas produk makanannya. “Melalui kegiatan ini tujuan kami adalah dapat banyak membantu UMK untuk meningkatkan produk dan penjualannya menuju UMK naik kelas,” imbuhnya.

Ini selaras dengan target dari program Unit PKBL Sucofindo untuk mewujudkan UMKM di Indonesia Naik Kelas. Dengan adanya pelatihan kepada 25 UMK ini diharapkan makin memberi motivasi juga penambahan skill untuk mengembangkan usahanya agar tidak hanya berdaya saing namun juga dapat memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Dalam upaya pemulihan ekonomi serta mendukung UKM untuk tetap berkarya di masa pandemi salah satunya melalui bantuan untuk mitra binaan Sucofindo di sektor peternakan.

Penyerahan sertifikat secara simbolik kepada 25 UMK diberikan Kepala Unit PKBL Sucofindo Nuri Hidayat dan CEO Rietzstar Basuki Widjaya Kusuma. Foto: humas Sucofindo

Dengan peran dan kompetensi Sucofindo dan peran terhadap tanggung jawab sosial, maka Sucofindo membuat program untuk sertifikasi halal untuk UMKM dan pelatihan serta sertifikasi SNI produk UMKM.

Kegiatan itu sendiri merupakan tindak lanjut dari kerja sama Sucofindo dan Rietzstar guna mendukung UMKM berdaya saing melalui pemastian standardisasi mutu. Sucofindo menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

PKS ini terkait sebagai lembaga pembiayaan dalam kepemilikan atau penyewaan program kontainer Kedai +19. Kedua perjanjian kerja sama ini ditandatangani Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin, CEO Rietzstar Basuki Kusuma, dan Wakil Direktur Utama 1 PT Bank Syariah Indonesia Ngatari.

Ikut hadir Staf Ahli Bidang Keuangan & Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Sucofindo Budi Hartanto, dan Direktur Sumber Daya dan Pengembangan Bisnis Sucofindo Rozainbahri Noor.

BACA JUGA :  BSI Bersama UGM Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Pelaksanaan penandatanganan ini bertempat di International Finance Center, Jakarta Pusat dengan mengedepankan protokol Kesehatan, pada Senin (24/5/2021) dan dirilis humas Sucofindo, Kamis (27/5/2021).

Staf Ahli Bidang Keuangan & Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting menyampaikan dukungannya terhadap segala bentuk kerjasama dalam mengembangkan UMKM di Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi dan tentunya dukungan penuh terhadap kegiatan kerjasama yang bertujuan meningkatkan UMKM di Indonesia agar semakin maju dan berdaya saing tinggi sehingga akan berdampak baik bagi ekonomi nasional,” ucap Loto dalam rilis humas Sucofindo.

PKS ini merupakan bentuk dukungan Sucofindo terhadap kegiatan Rietzstar, yaitu dalam hal penjualan makanan dan minuman bernutrisi di dalam kontainer Kedai +19. Makanan dan minuman ini telah terkurasi dan dikelompokkan dalam suatu penggolongan yang dapat dikonsumsi berdasarkan gejala yang timbul dari virus Covid-19.

CEO Rietzstar Basuki Kusuma menjelaskan, nantinya, makanan dan minuman bernutrisi yang diproduksi UMKM Rietzstar, diupayakan dapat membantu proses pemulihan pasien Covid-19 ataupun menambah imun bagi masyarakat luas. Kontainer Kedai +19 nantinya akan ditempatkan di lokasi strategis untuk memudahkan masyarakat.

Sebelumnya, Sucofindo telah bekerja sama dengan Rietzstar untuk mendukung UMKM berdaya saing, yaitu memberikan pelatihan Penyelia Halal gratis kepada 25 UMKM terpilih, yang telah tergabung dalam Rietzstar.

“Dengan kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM dan tentunya memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas terutama di tengah masa pandemi seperti ini,” tutur Bachder, Dirut Sucofindo.

Bachder melanjutkan, “Nantinya, hasil dari pelatihan tersebut pada hari ini kami akan menyerahkan sertifikat Penyelia halal kepada para UMKM. Sertifikat ini sebagai langkah awal untuk memperoleh Sertifikasi Halal. Selain itu, di kesempatan yang sama akan dilakukan pendampingan kurasi oleh tim PKBL Sucofindo untuk para UMKM.”

BACA JUGA :  Sebagai LSPRO, Sucofindo Pastikan Kualitas Produk dukung Industri Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Sucofindo bersama dengan BSI bersinergi terkait pemanfaatan dan pengelolaan jasa layanan perbankan guna mendukung bisnis kedua pihak berdasarkan Prinsip Syariah.

“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat mengembangkan ruang lingkup pelayanan kami sesuai dengan kompetensi masing-masing pihak. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat mengembangkan ruang lingkup pelayanan kami sesuai dengan kompetensi masing-masing pihak,” ucap Bachder.

Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan Wakil Direktur Utama 1 BSI Ngatari. Kerja sama antara BSI dan Sucofindo merupakan bentuk penguatan sinergi bersama BUMN.

BSI merasa bangga dan optimis, kata Ngatari, kerja sama ini menjadi titik awal bagi kedua belah pihak untuk bersama mendorong seluruh industri bergerak memulihkan perekonomian Indonesia.

“Didukung peran Sucofindo sebagai perusahaan pemastian bagi dunia industri dan inspeksi nasional terbesar di Indonesia serta dukungan BSI dari sisi layanan perbankan,” ujar Ngatari.

“Melalui sinergi ini merupakan bentuk semangat BUMN dalam memberikan kontribusi kami sebagai upaya peningkatan UMKM dan menyejahterakan masyarakat sebagai wujud BUMN Untuk Indonesia,” tutup Bachder.

Dalam upaya pemulihan ekonomi serta mendukung UKM untuk tetap berkarya di masa pandemi salah satunya melalui bantuan untuk mitra binaan SUCOFINDO di sektor peternakan.

Dengan peran dan kompetensi Sucofindo dan peran terhadap tanggung jawab sosial, maka Sucofindo membuat program untuk sertifikasi halal untuk UMKM dan pelatihan serta sertifikasi SNI produk UMKM.  (smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here