Panen padi dalam Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Pesantren di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2020). Foto: istimewa

Lembaga filantrofi Dompet Dhuafa mengembangkan program Wakaf Produktif untuk pembiayaan pertanian yang ditujukan bagi petani penggarap maupun pemilik lahan.

semarak.co– Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi mengatakan, program pembiayaan dari dana wakaf produktif yang tersalurkan melalui penggerak Social Trustfund (STf) Dompet Dhuafa bersama OK OCE Indonesia diharapkan membuka jalan untuk mencapai solusi ketahanan pangan.

“Zakat produktif sangat layak dikembangkan di Indonesia dan menjadi salah satu instrumen dari solusi bagi penyelesaian atau jawaban beberapa persoalan perekonomian di Indonesia,” ujar Nasyith dalam rilis OK OCE, Senin (7/9/2020) seperti dikutip media online ibu kota.

Persoalan utama yang terjadi di petani adalah modal awal atau biaya yang terlalu besar, lanjut Nasyith, hal itu dapat dicarikan solusi dari zakat maupun wakaf produktif.

“Program pembiayaan pertanian melalui wakaf produktif, saat ini disalurkan pada petani penggarap dan pemilik lahan di Sukabumi, binaan pesantren Al Muhtadin,” ujarnya.

Program pembiayaan pertanian melalui Wakaf Produktif di Sukabumi itu, dari 50 hektar sawah itu, telah membuka lapangan kerja baru bagi 100 orang. Melalui program wakaf produktif, petani juga mendapat penghasilan Rp7-10 juta sekali panen.

Selain memberikan akses petani dalam pembiayaan, lanjut dia, program wakaf produktif juga berdampak menstabilkan harga hasil panen, dengan memangkas sistem ijon dan kolaborasi antar penggerak.

“Langkah tersebut mampu memangkas tata niaga yang panjang dan merugikan. Sehingga harga beli ke petani sangat layak dan harga jual ke masyarakat juga terjangkau,” katanya.

Pada kesempatan itu Nasyith berharap pemerintah dapat mengadopsi kerja sama antara Dompet Dhuafa dengan OK OCE dalam program ketahanan pangan tersebut.

“Bahwa keterlibatan private publik partnership bukan hanya untuk gerakan yang sifatnya sosial biasa, namun untuk gerakan-gerakan yang sifatnya untuk ketahanan ekonomi,” katanya.

Founder OK OCE Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, di tengah menurunnya sektor perekonomian akibat terkena dampak pandemi COVID-19 ternyata masih ada beberapa sektor yang masih survive salah satunya adalah sektor pangan.

“Sekitar 15 juta masyarakat kehilangan mata pencaharian. Namun, alhamduliah Pertanian masih tumbuh. Masih ada sektor yang menyumbang tenaga kerja terbesar,” ujar Sandi Uno, sapaan akrab mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan dan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo di Pilpres 2019.

Dengan adanya wakaf produktif, nilai Sandi Uno, menjadi wujud nyata yang menjelaskan selain hadirnya makanan dari pertanian, ada juga tumbuhnya lapangan kerja di tengah pandemi. (net/smr)

LEAVE A REPLY